Surapati

Aku ini bodoh

Kenapa semua itu tak ku hiraukan

Malah membiarkannya bergejolak dalam pikir

Biarkan kemunafikan merajamku

Sekali ini saja

Aku meminta

Memohon pada kebohongan tuk hadir

Cukup sejenak saja

Agar setidaknya aku sedikit pintar

Kan kututup kebodohanku

Meskipun getir siap menghadang didepan

Nb: I hate with this situation, memikirkan segala hal yang menjadi pemikiran ‘orang lain’… apa perlu aku memunafikkan pikiranku??

Surapati, 260905 19.17 wib

Marx Fathom

Apalah arti keluhanku???

Apalah guna sebuah waktu,

Dalam semenit kita mengulum bibir

Apalah fungsi sebentuk hati,

Dalam sejam kita berada dalam pelukan

Apalah arti sepenuh cinta,

Dalam sehari kita tertawa di atas mahkota yang tlah dijajah

Apalah arti keluhanku???

Apalah arti kemarahanku???

Siapakah diriku???

???

Surapati, 260905 07.06 wib

Marx Fathom

GILA…GILA…GILA…!

Gila!

Kebebasan apakah ini?!

Sungguh diluar batas nalarku,

Yang memang terbatas!

Ketika norma terlihat samar di depan mata

Kegelapan menyelimuti ruang kaidah

Etika dikunyah oleh ke-nafsu-an

Gila!

Apakah ini kebebasan?!

Dambaan setiap insan yang berontak,

Karena hanya itu yang dia tahu

Ketika menangis sudah tak ada arti

Kemunafikan menjajah otaknya

Hanya kenikmatan yang ingin di rasa

Gila!

Kebebasan atau kebablasan kah ini?!

Dua sisi yang tidak begitu ada bedanya,

Bibir kering persamaannya

Ketika nafsu mewarnai hati suci

Mengaburkan ikatan sejati yang seharusnya indah

Dengan nafsu sesaat, dan dalam senyum berucap; “…nikmat…”

Akh…GILA…GILA…GILA…!

Mengapa nalarku begitu terbatas??

Surapati, 260905 06.51 wib

Marx Fathom

Tak bisakah?

Tak bisakah aku merasakan sedikit saja cintamu,

Hanya senyummu,

Hingga kesejukan menyelimuti darahku?

Tak bisakah aku menyentuh salah satu sisi hatimu,

Hanya ketulusanmu,

Hingga kebahagiaan mewarnai bola mataku?

Tak bisakah aku sejenak sejenak di sampingmu,

Hanya perhatianmu,

Hingga kelelahan tak mampu lagi ku abaikan?

My room, 170805 03.07 wib

Atas nama cinta

kau hadir disini

mencumbuku

entah berapa lama

Kini, atas nama cinta

ku pandang malam

bertanya padanya

"...kesepian apa yang kau hadapkan padaku,

ketika ia tak ada disini??..."

my room, 080405 03.00 wib

"...apa kau tahu dimanakah CINTA tinggal?..."

Aku pernah bertanya pada seseorang

yang melintas di depanku,

"...apa kau tahu dimanakah CINTA tinggal?..."

dia terdiam sejenak,

sesaat kemudian ia menangis tersedu-sedu,

lalu pergi meninggalkanku.

Tanpa sepatah kata pun yang terucap.

my room, 070405 04.00 wib

masih menunggu cinta

Lelaki ini masih menunggu cinta

berharap

cinta yang menghilang

dibalik bayang masa lalu

'cinta' pernah hadir disana

entahlah...

rasa itulah yang dirindukan

kini,

esok,

bahkan nanti

oQ room, 060405 03.45 wib

" Selamat datang asmara "

Keindahan apa yang ada di dirimu

hingga lautan hatiku menjadi biru

matahari begitu sejuk ku pandang

dan malamku berselimut hangat

" Selamat datang asmara "

semilir angin yang mengatakannya

seraya melambungkan anganku

membawa jiwaku tuk menemuimu

oQ room, 060405 03.33 wib

Romantisme bisu

Romantisme bisu yang indah

Tanpa kata-kata yang tertulis

Tanpa nada yang mengalun

Hanya hatimu yang mampu mendengar

Merasakan apa yang kurasakan

Melihat apa yang kulihat

………

Hanya hatimu.

Crb, 150205 02.00 wib

‘Marx Fathom’

Dewa-Dewa Cinta

Ketika aku bertemu denganmu

Ku temukan cahaya kebahagiaan

Yang pernah menghilang sesaat

Entah ada apa di dirimu

Keteduhan terpancar dimatamu

Kelembutan membungkus jarimu

Kegembiraan terkulum di lidahmu

Keindahan terpampang anggun di wajahmu

Apakah Aphrodite yang mengutusmu,

Tuk mengalirkan cinta di darahku?

Apakah Eros yang mengirimmu,

Tuk mencerahkan hari sejak ku membuka mata?

Ataukah Venus yang menyuruhmu,

Tuk menyelimutiku disaat lelah menderaku?

Siapa pun yang mempertemukan aku dan kau

Tak ada kata sia-sia untuknya

Dan untukmu…

Terimalah hati ini,

Kuharap…,

Tak ada batas kadaluarsa kebahagiaan darimu…

Crb, 140205 02.00 wib

‘Marx Fathom’

Apakah masih bernama cinta

Apakah masih bernama cinta

Ketika persahabatan dianggap hal yang sakral

Ketika segalanya berubah hanya karena pengakuan

Ketika kejujuran dianggap perbuatan yang bodoh

Ketika aku tak mengerti dirimu

Ketika aku tak boleh mencintaimu…!

Crb, 150205 02.00 wib

‘Marx Fathom’

Prasasti Cinta

prasasti atas nama cinta

telah lama berdiri di atas tanah yang penuh ludah

yang di keluarkan dari mulut-mulut

yang terus mengoceh kebohongan

bahwa akulah cerminmu

bahwa akulah yang tak ada di dirimu

bahwa akulah akhir penantianmu

bahwa akulah tinta biru tuk mewarnai bentangan langit hidupmu

bahwa akulah taman indah yang bersemayam di hatimu

bahwa aku adalah kamu, kamu adalah aku, berteduh di bawah sayap-sayap dewi cinta

oq room, 290105 05.33 wib

‘Marx Fathom’

nada melupakan

keindahan bersembunyi di balik bayang-bayang muram kebencian

adakah yang dapat me-nyata-kannya

menyelipkan nada melupakan di bawah lidahnya

menghapuskan kata masa lalu di antara otaknya

menghilangkan tulisan benci dari hatinya

apakah jari-jari kasih sayang sanggup melakukannya???

Crb, 0105

‘Marx Fathom’

apa yang harus ku korbankan atas nama cinta

tuk melonggarkan rantai yang mengikat erat hatimu

biar ku dapat masuk ke dalamnya

merasakan kehangatannya,

atau membusuk dalam keabadian…

crb, 0105

‘Marx Fathom’

Cermin Hati

apakah aku terlihat buruk di cermin hatimu?

Hingga engkau begitu membenciku

Tapi tolong…jangan tinggalkan aku

Cukup dengan membenciku…kau menyakitiku

Crb, 0105

‘Marx Fathom’

Lantai benci

cintalah yang mampu

merekatkan potongan-potongan hati

yang berserakan di lantai benci

padahal cinta pula

yang telah memecahkannya

karena telah di dholimi benci

crb, 0105

‘Marx Fathom’

ada apa menjelang pergantian tahun

ada apa menjelang pergantian tahun

disaat semua mata terpaku

curahan air mata mengalir deras dari tanah rencong

tak cukupkah penderitaan yang berlangsung disana

perang antar saudara yang tak kunjung henti

perasaan diperlakukan tidak adil oleh pemerintah

dan kini

hampir seluruh tanahnya dibanjiri berton-ton air laut

mayat-mayat hampir terlihat disetiap persimpangannya

tubuh-tubuh mungil hanyut terlepas dari buaian lembut ibunya

ibu-ibu menangis pilu mencari belaian hatinya

bapak-bapak tak bisa berbuat apa-apa meratapi penerusnya

anak-anak berlari kesana kemari menangis memanggil ayah-ibunya

semua orang disana merasa seakan tak ada arti lagi dalam hidupnya

semua orang terkuras air matanya

semua orang tertunduk pasrah

semua orang mengangkat tangannya

dalam kegembiraan tahun baru, Indonesia berdoa

“…kami menanti hikmah dibalik ini semua…”

Indonesia, 311204 23.59 wib

Insomnia

inikah yang dinamakan insomnia

disaat semua sedang terhibur dengan mimpinya

aku masih terbangun

seakan melupakan mimpi

inikah yang dinamakan insomnia

disaat semua terbuai hembusan lembut nafas malam

aku masih tersadar

seakan tak menikmati keharumannya

inikah yang dinamakan insomnia

disaat semua tersihir tatapan halus dewi malam

aku masih terpana

seakan baru mengenal keindahan warnanya

inikah yang dinamakan insomnia

disaat semua sudah tak sanggup menghitung bintang

aku masih berkutat dengan jari

seakan aku sanggup menentukan jumlahnya

inikah yang dinamakan insomnia,

yang enggan melepaskan lelahnya

dibalik selimut yang menghangatkannya

tuk bersembunyi dari dinginnya kehidupan malam

Oq room, 311204 02.44 wib

‘Marx Fathom’

Perawan lain

apa yang sebenarnya mengisi hatiku

hingga sulit membiarkan perawan lain masuk

atau setidaknya biarkan lah ia sekedar singgah

mengagumi tiap-tiap sudut ruang

yang kuhias dengan lukisan-lukisan penuh warna

yang kutuangkan dalam kanvas setelah mengenalnya

karena kekagumanku padanya

masa lalukah

apa dengan paksaan tuk mengusirmu keluar?!

Oq room, 281204 05.30

‘Marx Fathom’

dan Pesta pun Bubar!

Apa memang perlu kita berpisah

hanya untuk memulai sesuatu yang baru

yang lebih bertujuan

apa itu perlu

atau bahkan suatu keharusan?

Apa dengan kebersamaan

kan membuat kita lupa melihat ke depan

yang lebih menantang

apa itu benar

atau bahkan suatu kepastian?

Lalu, apa arti kebersamaan selama ini

memang untuk dilupakan

atau memang tlah membutakan

mata hati kita

mata batin kita

mata rasa kita

AKU BUTUH JAWABAN, TEMAN...!

yang membuatku tidak membenci perpisahan

yang membuatku tidak membenci kebersamaan

aku tak ingin membenci dirimu karna kepergianmu

aku tak ingin membenci diriku karna tlah mempertahankanmu

karna ku benci tuk membenci

Ku akui, kita memang perlu melepas lelah sejenak, Mimpi indah

dan esok pagi kan menyambut kita dengan kecerahannya...

sembari tersenyum berucap, "SELAMAT PAGI, DUNIA...!"

(...Malam pun semakin larut dan pesta mulai bubar...,Nite!)

oQ room,310806 02.44 wib

Marx Fathom

Hopeless!

Putus asa bukan temanku
Putus asa bukan musuhku

Putus asa hanya keadaan yang menerjang
dimana kita harus membuat keputusan
Melupakan atau Mempertahankannya

Putus asa kan berlalu

Putus asa jelas bukan temanku!

Bintang-Ku...

Satu demi satu bintang hadir
hiasi langit
hiasi malam

Tapi malam ini hanya satu
cukup satu
hanya kamu
dan kamu!
Menari-nari
berkerlap-kerlip
Anggun...
di langit mimpiku

Mengagumkan!

DO YOU KNOW?

Sebenarnya cukup mudah bagi semua orang untuk mengetahui seseorang sedang ‘sakit’ atau tidak…lihat lah tampilan luarnya secara sebenarnya maka dengan mudah kita dapat melihat sesuatu yang tidak biasa dari biasanya…hanya saja untuk mengetahui seberapa dalam ‘sakit’nya kita takkan bisa mengukurnya kecuali seseorang yang sedang ‘sakit’ tersebut mau menceritakannya secara jujur…
Tapi…sayangnya amat susah untuk mendapatkan seseorang yang sedang ‘sakit’ yang mau menceritakan masalah ‘sakit’nya, biarpun itu teman terdekat!

YG TAHU JAWABAN INI,CUKUP DIAM…JG YG TDK TAHU!
hmm…apakah dalam ‘pertemanan’ kita hanya bisa mendapatkan setengah kejujuran, sedangkan setengahnya lagi keluar dari mulut-mulut yang menganga di luar sana, yang nilai kejujurannya penuh tanda tanya??

…yup, mungkin aku termasuk didalamnya…


W room, 280206 00.17 wib
Marx Fathom

Sakit ≠ Mati rasa !!!

Apakah aku sakit?
Apakah itu sakit?

Jika kau bertanya padaku,
Apalah gunanya
Aku tlah mati rasa!
Jangankan rasa sakit, rasa cinta pun kini aku sudah tak tahu
Aku tlah mati
Terkubur bersama masa lalu
Terlelap dalam ketidaksadaran

Hingga kini akupun masih enggan tuk hidup kembali
Dan Me-reinkarnasi-kan segala mimpiku yang dulu
Aku masih ingin menikmati ‘kelelapanku’
Mendengkur dalam kehampaan
Bermimpi dalam kekosongan
Aku masih ingin mati!

Apakah aku sakit?
Apakah itu sakit?

Hmm…apa ada pertanyaan yg lain?!

Nb; buat teman, wake up donk! Secangkir teh hangat telah menantimu…

Surapati, 290905 06.09 wib
Marx Fathom

Kau, Kami dan Dukamu

Tangis kami tak mampu menyembuhkan dukamu
Setidaknya ijinkanlah kami
Merasakan sedikit penderitaanmu

Kami mengerti
Betapa sedihnya di tinggal orang terkasih
Betapa menderitanya tinggal tanpa atap
Betapa perihnya tubuh berbalut luka

Kami memahami
Bila kami tak mampu membendung tetes demi tetes air mata kami
Kala melihat seorang ibu hanya bisa menangis,
Menggendong anaknya yang sudah tak bernyawa

Kami merasakan
Semua mata terpaku padamu
Semua tangan menjulur padamu
Semua hati mencintaimu

Kami akui
Sisi egois tak bisa men-sensor kepedulian kami
Sisi kejam tak bisa menutup lubang kasih kami
Sisi gelap kami tak mampu menghalau terangnya serambimu

Aceh
Hikmah dibalik dukamu telah menanti
Tersenyumlah,
Tersenyumlah.

Tulisan ini hanya untukmu
Sebagai lembaran doa dari kami
Maafkan, kami pernah melupakanmu.


Indonesia, 040105 17.09 wib
‘Marx Fathom’

SANGAT INDAH, BODOH!

Sebiru tatapanmu,
Sebiru hatimu,
Sebiru Kasihmu.
Biru merupakan Damainya sebuah Cinta.
Kutahu semuanya !!
namun semua bukan lah untukku
karna aku tak pantas untukmu.
Hanya Keperihan serta Kerinduan tak bertepi yang pantas Kudapat darimu



Sedikit cahaya kebiruan
Mencuri masuk kedalam ruang gelap pekat
Ia seakan indah dalam kegelapan
Indah, indah sekali hingga sulit kuungkapkan
Walau hanya sedikit

Mengapa tak kubiarkan masuk sebelumnya
Atau kupaksa masuk?!

Setelah ia mencuri masuk,
Kini ku tersadar
Indah
Indah
SANGAT INDAH, BODOH!

Oq room, 281204 05.03
‘Marx Fathom’

…keegoisanku

…keegoisanku tuk memilikimu,
kuanggap itulah cinta…

Oq room, 201204 05.49 wib
‘Marx Fathom’

………C.I.N.T.A……….

cinta pertama, cinta kedua, cinta ke…..
cinta biasa,cinta sejati,
dan cinta lainnya yang memiliki nama dibelakangnya
masih adakah kasta dibelakang nama cinta
atau sekedar penjelasan untuk alasan tertentu
………C.I.N.T.A……….
cinta memang sulit tuk dimengerti
tapi butuh pengertian untuk menjalankannya
bahkan hanya sekedar merasakannya
ya… rasakanlah cinta yang kau lihat dengan kacamata pengertian
ia akan menuntut tuk kau miliki, tuk kau pertahankan

Oq room, 201204 04.48 wib
‘Marx Fathom’

hmm… inikah yang tersisa darimu

hmm… inikah yang tersisa darimu
kerinduan yang bersembunyi dibalik kebencian

entah kapan benci kan membunuh rindu
masih ku tunggu hasil perang diantara mereka
siapapun pemenangnya, kan ku hormati

membencinyakah
atau merindukannya dalam kegelapan

Oq room, 091204 04.12 wib
‘Marx Fathom’

cinta

ada yang berbisik padaku, hati itu merah
ada yang berkata padaku, hati itu pink
ada yang berteriak lantang, hati itu putih

aku tak begitu mendengarkan mereka…

karena di-hati-lah
cinta belajar mewarnai dinding-dindingnya…

Oq room, 091204 03.46 wib
‘Marx Fathom’

Aku ragu

Kau berkata, nafas cinta tlah menyembur dari mulutku!
Aku bertanya, apakah sama dengan yang bersemayam dalam hatimu?!

Aku ragu, pancaran matamu yang membuatku ragu!

Oq room, 091204 03.37 wib
‘Marx Fathom’

“terima kasih sayang…menunggu itu menyenangkan…”

dua jam berlalu
tanpa ada kejelasan dimana dirimu
stasiun ini menjadi saksi akan nikmatnya menunggu
menahan rindu
menahan kisah kasih
menahan nafsuku

detik demi detik begitu kunikmati
karena rinduku,
aku menunggu kedatanganmu
yang dibawa deru laju kereta malam

( kau janji tuk datang malam ini jg,
jam 22.00 dari bandung )

sejam dua jam kembali berlalu
ku coba menghubungi selularmu
alhamdulillah, ujarku dalam hati
akhirnya terhubung denganmu
tapi…tapi…
apa aku tak salah dengar??
Disebrang sana terdengar seseorang yang bertanya; “sayang, itu siapa?”
Diantara lantunan musik Love R n’B yang lembut…
Aku tahu itu musik yang berasal dari cd player di kamarmu,
karena itu hadiah ulang tahun yang kuberikan 2 minggu lalu!

Dengan satir ku berbisik;
“terima kasih sayang…menunggu itu menyenangkan…”

Oq room,011104 00.28 wib
‘Marx Fathom’

whats wrong with u, girl?

ku menatap kehampaan
yang terlukis di wajahmu
whats wrong with u, girl?
Apakah dian sastro tlah mengklon kecantikanmu?
Apakah conchita tanpa kepedulian mengambil cuekmu?
Apakah pink dengan kasar merebut keramahanmu?
Apakah sandra brown tlah menyadur cerita-ceritamu?
What happen with the real u, girl??

Apakah…apakah kau sendiri yang telah membuangnya,
hingga mereka yang memungutnya?!
Jangan takut untuk merampasnya kembali dari mereka!!!

Nb:eh, karena kamu orang baru, tolong perkenalkan siapa dirimu…

Oq room, 311004 23.42 wib
‘Marx Fathom’

perang batin

siapakah rama dan shinta, penyebab perang mahabrata
siapakah paris dan helen, penyebab perang troya
siapakah romeo dan juliet, penyebab perang antar keluarga kaya
…………………….
Aku tak mengenal dekat mereka!
…………………….
aku hanya mengenal dekat dirimu,
penyebab perang batin dalam diriku.

Oq room, 061004 04.30 wib
‘Marx Fathom’

Apakah damai??

damaikah dengan dirimu
damaikah berada di sampingku
damaikah bersenda gurau bersama kawan-kawanmu
damaikah bersosial dengan para tetanggamu
damaikah tinggal di lingkunganmu
damaikah berkehidupan di negaramu
………………………….
Apakah damai??

Oq room, 061004 04.07 wib
‘Marx Fathom’

…after ‘shoot’…

diamku mungkin berarti ‘ya’
diammu penuh tanda tanya
……………………………hening.
Kemudian semua berlalu
Seiring laju kendaraan umum
Kau masih juga diam
……………………………tak menentu.
dan akupun diam penuh tanda tanya
?????????????????????????!

Oq room, 061004 03.51 wib
‘Marx Fathom’

“…kau kah yang dikirim dewi cinta
tuk menusukkan panah asmara tepat di hatiku
tanpa meniggalkan rasa sakit,
bahkan aku terbuai dibuatnya
walau terlihat tetesan darah pekat di sekujur tubuhku…??”

Oq room, 061004 03.32 wib
‘Marx Fathom’

dulu…
aku mencandumu
walau aku bukan pemake’
tapi aku memakaimu tuk mengusir kesepian
sesaat saja sepi menghilang
tanpa merasa ‘sakaw’ aku dapat bertemu denganmu
dengan mudah
…….
kini…
aku mencandumu
karena aku pemake’
aku memakaimu tuk mengusir sakitku
sesaat saja sakit menghilang
semakin aku ‘sakaw’ karna mu
dengan mudah aku menemukan diriku.

Oq room, 061004 03.23 wib
‘Marx Fathom’

kau hampir berlalu
pernah meninggalkan sakit
yang kini bisa dimengerti
namun penuh tanya
ya… aku masih bertanya hingga kini
aku mengagumimu
mendekati cinta, mungkin
tapi…
akh,lagi-lagi kata ‘tapi’ mendekap pikiran dan hatiku
setiap kali aku mengingat begitu aku mengagumimu
ya… aku sangat mengagumi dirimu
akh, TAPI… kenapa kau begitu… begitu… (entah apa namanya?!)
di awal keberanianku,
di antara kebimbanganmu,
di akhir keakraban kita.
Tapi…

Oq room, 061004 03.04 wib
‘Marx Fathom’

tataplah bintang dikegelapan malam
mungkin disana kan kau dapatkan arti pertemanan
kita kadang melihat mereka begitu kecil
namun sebenarnya mereka berjiwa besar
…..
malam cepatlah berganti
kan kutemui dia esok pagi
karena dia menanti dengan secangkir kopi.
…..
sinar pagi kini memanggilmu
mengatasnamakan keindahan
tinggalkan mimpi semalam, yang menggelapkan keluguanmu…

oq room, 280904 03.10 wib
‘Marx Fathom’

Aku tunggu

Aku tunggu
Masih menunggu
Tak terasa waktu berlalu dalam penantian
Akan suatu kisah…
Satirkah,
Indahkah,
Ataukah kisah yang tak perlu dikisahkan
Aku tak peduli, sungguh tak peduli
Aku masih menunggu
Meski waktu terus tertelan
Dan uap-uap udara seakan menyesakkan
……
heh!…aku tlah lelah!
Batas menunggu sudah habis…
Loe to yee

Oq room, 270904 23.33 wib
‘Marx Fathom’

AKU KASAT MATA !

“…tak dapat dilihat, tapi dapat dirasakan…”
itu aku
akulah CINTA
aku tenggelam di atas lidah
aku bersemayam dalam hati
aku berdiri di ujung kelamin
…..
AKU KASAT MATA !

Oq room, 270904 22.00 wib
‘Marx Fathom’

Atas nama Cinta...



Pejantan + betina = api asmara


Betina
Tlah hadir dalam tubuh sang pejantan
Membalut luka lama
Menyentuh keberanianku
Yang hidup di satu sisi

Tuk sekian waktu bersamamu
Kebebasan memelukku

Tuk sekian waktu bersamamu
Kejujuran mencumbuku

Tuk sekian waktu bersamamu
Kepolosan bersenggama denganku

Betina
Datang penuh rasa ingin tahu
Sang pejantan pun luluh
Dibelenggu oleh nafsu
Mereka menyatu atas nama CINTA




Oq room, 070704 04.23 wib
Atas nama nafsu

…………
( ‘Marx Fathom’ )