Kau, Kami dan Dukamu

Tangis kami tak mampu menyembuhkan dukamu
Setidaknya ijinkanlah kami
Merasakan sedikit penderitaanmu

Kami mengerti
Betapa sedihnya di tinggal orang terkasih
Betapa menderitanya tinggal tanpa atap
Betapa perihnya tubuh berbalut luka

Kami memahami
Bila kami tak mampu membendung tetes demi tetes air mata kami
Kala melihat seorang ibu hanya bisa menangis,
Menggendong anaknya yang sudah tak bernyawa

Kami merasakan
Semua mata terpaku padamu
Semua tangan menjulur padamu
Semua hati mencintaimu

Kami akui
Sisi egois tak bisa men-sensor kepedulian kami
Sisi kejam tak bisa menutup lubang kasih kami
Sisi gelap kami tak mampu menghalau terangnya serambimu

Aceh
Hikmah dibalik dukamu telah menanti
Tersenyumlah,
Tersenyumlah.

Tulisan ini hanya untukmu
Sebagai lembaran doa dari kami
Maafkan, kami pernah melupakanmu.


Indonesia, 040105 17.09 wib
‘Marx Fathom’

0 komentar:

Posting Komentar