Prasasti Cinta

prasasti atas nama cinta

telah lama berdiri di atas tanah yang penuh ludah

yang di keluarkan dari mulut-mulut

yang terus mengoceh kebohongan

bahwa akulah cerminmu

bahwa akulah yang tak ada di dirimu

bahwa akulah akhir penantianmu

bahwa akulah tinta biru tuk mewarnai bentangan langit hidupmu

bahwa akulah taman indah yang bersemayam di hatimu

bahwa aku adalah kamu, kamu adalah aku, berteduh di bawah sayap-sayap dewi cinta

oq room, 290105 05.33 wib

‘Marx Fathom’

0 komentar:

Posting Komentar