aku dan kamu

aku pekat
aku gelap
aku malam

dan kamu adalah adzan maghrib yang menuntaskan senja dengan matahari jingga, yang menjanjikan rembulan pada tiap tertutupnya pintu dan jendela, yang mengantar kepulangan sekawanan kepodang menuju sarang-sarangnya

aku lembab
ditengah awan
siap menjelma hujan

dan kamu seumpama sungai, seumpama danau, seumpama laut yang membisikan kata-kata penyejuk bagi batu, rumput, pasir yang kamu sentuh dengan teramat lembut, teramat halus, teramat aku tak akan sanggup

aku berujar
dari sebuah ingatan
hingga tenggelam kata-kata

menghalau segala argumen logis pada dialekta bintang dan cahaya lampu, sebab kamu membawa aku ke bilik rindu di ujung bulu mata dan sela-sela pikiranku


(linus_aru)

Kitab Kasyful Ghita’ ‘An Hukmi Samaa’il Ghina’

Bawalah hatimu kemana saja engkau mau
sesungguhnya cinta pertama itulah cinta sejati
Berapa banyak tempat sudah disinggahi
namun kerinduan tetap pada kampung halaman

Api kerinduan meronta ingin selalu dekat denganmu
celaan itu hanyalah sebuah kesalahan
tidaklah aku berpaling darimu karena celaan
dan tidaklah aku berpaling darimu kecuali sementara waktu saja

Kutinggalkan yang lain sejak kukenal kekasih sejati
seolah-olah bekal perjalanan yang tiada habisnya
Seumur hidup kegembiraan ini tak dapat menutupi penyesalanku
karena telah meninggalkan kekasih

Seribu satu bayangan menawan hati setiap malam
jatuh cinta kepada yang ini kemudian kepada yang itu
namun keesokan hari begitu cepat melupakannya
Dahulu hatiku hampa sebelum terisi cinta kepadamu
sibuk mengingat yang lain, terlena dalam permainan
Ketika cintamu memanggil hatiku ia membalasnya
Kulihat ia tidak lagi berpindah ke lain hati
Teruskanlah hubungan ini jika engkau mau
putuskanlah jika itu memang plihanmu
hatiku tidaklah baik kecuali bersamamu
sungguh aku kehilanganmu bila aku berbohong
sungguh tiada lain didunia ini yang lebih membuatku gembira
sekiranya seluruh keindahan ada di kota ini
namun akan terasa hampa jika engkau lenyap dari pandanganku

jika engkau hilang dari pandanganku maka pikiran selalu melayang mengingatmu
jika impian tidak mengunjungiku
maka hati ini akan mengunjungimu
jiwaku adalah lisan yang menggambarkan tentang cintamu
jiwaku adalah hati dan engkaulah yang menyebarkan isi hati

jiwa ini mati karena penyakitnya
namun ia menyembunyikan penyakitnya itu dari orang-orang yang menjenguknya
betapa pilu arwah ini mengadukan cintanya
yang ia berikan kepada selain kekasih hati

Wahai orang-orang yang pergi dalam keadaan lalai
sampai kapankah engkau menganggap baik perbuatan keji
sampai kapan dan kapan engkau tidak takut datangnya hari itu
yaitu hari ketika Allah membuat bicara seluruh anggota badan
sungguh aneh, padahal engkau orang yang dapat melihat
bagaimana mungkin engkau tersesat dari jalan yang terang

Kami berlepas diri kepada Allah
dari orang-orang yang terkena virus musik dan nyanyian
berapa kali aku katakan wahai manusia
kalian berada di tepi jurang kehancuran
namun mereka justru mencela kami
mereka terus larut dalam kesesatan mereka itu
sementara kami kembali kepada Allah meniti jalan yang lurus
kami menjalani hidup di bawah naungan sunnah rasulullah
sementara mereka mati dalam keadaan bersenandung ria

...Fingers

...Menjauhi seseorang?
Kamu bisa lihat tanganku, ketika jari-jarinya kujentikkan, semudah itu.

...Melupakan seseorang?
Kamu bisa lihat tanganku, ketika jari-jarinya menggenggam, sekuat itu aku berusaha.

Do'a Untuk Orang Tua

Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka,
Perindahlah ucapanku di depan mereka.
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkanlah hatiku untuk mereka.

Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya
Atas didikan mereka padaku dan
Pahala yang besar
Atas kesayangan yang mereka limpahkan padaku,
Peliharalah mereka
Sebagaimana mereka memeliharaku.

Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan,
atau kesusahan yang mereka derita karena aku,

atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku,
jadikanlah itu semua
Penyebab rontoknya dosa-dosa mereka,
Meningginya kedudukan mereka dan
Bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan perkenan-Mu, ya Allah
sebab hanya Engkaulah
yang berhak membalas kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.

Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku,
Maka izinkahlah aku memberi syafa'at untuk mereka,

sehingga kami semua berkumpul
Bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta
rahmat-Mu.

Sesungguhnya Engkaulah
yang memiliki Karunia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir dan
Engkaulah yang Maha Pengasih Diantara semua pengasih.



(Sumber : K.H. Abdullah Gymnastiar)

...Friendship?!

"..When we honestly ask ourselves which person in our lives mean the most to us, we often find that it is those who, instead of giving advice, solutions, or cures, have chosen rather to share our pain and touch our wounds with a warm and tender hand. The friend who can be silent with us in a moment of despair or confusion, who can stay with us in an hour of grief and bereavement, who can tolerate not knowing, not curing, not healing and face with us the reality of our powerlessness, that is a friend who cares."
— Henri J.M. Nouwen (The Road to Daybreak: A Spiritual Journey)

NGOK!

Semua kemalangan,kalau itu benar kemalangan,ada sebabnya. Dan kalau mau adil,kamu akan tahu bahwa kamu tidak mungkin bisa melakukan apapun di dunia ini sendirian. Kesalahan juga begitu. Akan selalu terbukti belakangan bahwa sudah ada orang lain yg ikut andil,menemani perbuatanmu. Dengan sendirinya ia juga ikut bertanggung jawab terhadap hasil perbuatan itu. Bahkan mungkin lebih bertanggung jawab dari kamu sendiri. Jadi tidak hanya kamu yg harus memikul akibat perbuatanmu itu. Lagi pula,yg lebih penting,nilai seorang manusia bukan ditentukan oleh berapa besar kebajikan atau berapa banyak dosa-dosa yg sudah dilakukannya,tetapi apa yg kini,saat ini,detik ini juga ada dalam pikirannya. Apa yg ingin dia lakukan. Dan apa yg kemudian dia benar-benar laksanakan. Karena kalau tidak begitu caranya menilai,semua manusia hanya menjadi pendosa-pendosa yg harus dihukum dan tidak pantas dipilih menjadi teman kita seumur hidup. Begitulah aku menilai manusia lain dan percayalah,aku tidak sendirian berpendapat begitu.


(Putu Wijaya)

Thats what friend are for..??

..seperti kopi,
di pagi hari.

..seperti es krim,
di siang hari.

..seperti teh,
di sore hari.

..seperti susu,
di malam hari.

..dan,
di saat kau sangat membutuhkannya,
ia seperti air putih.

...dialog antara tangan kanan dan tangan kiri.

"..ijinkan aku yang ada di atas."

"..baiklah. Tapi, relakan cincin cintanya terikat di jari manisku. "

"..jangan ragukan kerelaanku akan itu. "

"..kamu memang layak berada di atas. "

"..kamupun layak memperoleh wujud ke-sakral-an cintanya. "

"..apa kamu mau ikut menjaga wujud cintanya ini? "

"..jelas! Karena bila kita bersama, maka semakin kuat genggaman kita. "

"..kamu memang pantas berada di atas. "

"..sudahlah. Jarimu terlihat indah dengan cincin itu. "

Berpasangan

Tuhan telah memperjelas,
bahwa segala hal diciptakan berpasang-pasangan.

Pro-kontra
Baik-buruk
Pria-wanita
Teman-musuh
Dan lain-lain.

Memang saling bertolak belakang,
pemasangan dua sifat yang sangat berbeda.
Tapi disitulah letak keindahannya.
Ke-tidak terpisahan antar keduanya akan mudah terlihat.

Perbedaan itu sangat lah indah.

Apa kita akan tahu arti teman bila tak mengenal apa itu musuh?

Belum ada judul...

"Tuhan tidak pernah menciptakan dunia baru lg, jadi dunia maya itu nyata, dan karena itu perasaan pun bisa masuk ke dalamnya.."

"Tuhan tidak pernah memberikan kepada kita apa yg kita inginkan, tp Tuhan memberikan kita kesempatan untuk mendapatkan apa yg kita inginkan. mmm..Sepertinya kali ini aku sudah melepaskan salah satu kesempatan yg Tuhan berikan kepadaku.."

Ku persilahkan kau...

Kau terlanjur masuk ke dalam ruang hatiku
Maka, kupersilahkan kau melukis apapun di dindingnya
...
Meski dengan tinta berwarna muram sekalipun..
...
Aku ikhlas.

Aku dan keberanianku..

Semoga,
aku punya keberanian
tuk membangunkanmu
dari mimpi..
Lalu mengajakmu menari,
meski aku tak pandai menari..
...
Irama hati
nyanyian kalbu
berdendang ria
mengusir ragu
do re mi fa sol la si do
denting piano
petikan gitar
menyatu
membentuk nada
yg terdengar lembut
hingga aku lupa,
bahwa aku tidak sedang bermimpi..
...
Dia disitu
...
"lalu kenapa kau diam?ajaklah dia menari."
"aku sedang membujuk keberanianku."
"tak usah kau bujuk keberanian! Mendekatlah kepadanya,ajaklah dia menari..katakan saja,meski terdengar pelan olehnya,tp itu keberanianmu."
"tp,siapa aku,kawan??"
"ahh..kau tanyakan sana sama kucing! Sekarang dengarkan aku,ungkapkan apa yang kau rasakan saat ini,aku yakin dia akan mengerti. Dan sepertinya,dia pun menunggu ajakan menari darimu,kawan.. Cepatlah. Atau,jangan-jangan kau juga termasuk lelaki penikmat penyesalan?!"
"tidak,kawan..tidak. Aku tak mau menjadi lelaki yg seperti itu."
"lalu?apa lagi yang kau tunggu? Dekati dia,dan ajak dia menari. Percayalah padaku,kau punya cukup keberanian untuk itu."
"baiklah,kawan. Smoga keberanianku tidak menghilang secara tiba-tiba."
"yakinkan hati,kawan."
...
Dia disitu
...
Menungguku kah?

Berpasangan

Tuhan telah memperjelas,
bahwa segala hal diciptakan berpasang-pasangan.

Pro-kontra
Baik-buruk
Pria-wanita
Teman-musuh
Dan lain-lain.

Memang saling bertolak belakang,
pemasangan dua sifat yang sangat berbeda.
Tapi disitulah letak keindahannya.
Ke-tidak terpisahan antar keduanya akan mudah terlihat.

Perbedaan itu sangat lah indah.

Apa kita akan tahu arti teman bila tak mengenal apa itu musuh?

Yes I’m…Lelaki itu!

 “ Ibu, aku sedang merasakan cinta pada seorang wanita. “
“ Wah.. semoga beruntung wanita itu. “
“ Insyaallah, ibu.. “
“ Siapakah wanita itu, anakku? “
“ Aku belum bisa memberitahukannya sekarang padamu, ibu. “
“ Lho? Kenapa?? “
“ Aku belum berani mengungkapkan perasaanku ini kepadanya, ibu. Karena aku takut. “
“ Apa yang kau takutkan, anakku? “
“ Aku takut, perasaanku ini hanya sementara. Aku takut, setelah dia tahu, perasaanku ini perlahan-lahan akan memudar, bahkan hilang dengan cepat, mungkin. Aku takut itu. “
“ Apa yang kau lihat darinya? “
“ Kecantikannya. “
“ Hanya itu? “
“ Tutur katanya. “
“ Lalu? “
“ Senyumnya bisa membuatku terdiam, ibu. “
“ Apa kau sudah mengenal hatinya? “
“ Kurasa belum sepenuhnya. Baru sesaat ku mengenalnya. “
“ Oo.. ibu mengerti, nak. “
“ Aku tahu, ibu pasti mengerti. “
“ Apa dia berbeda dari wanita yang pernah kau kenalkan dulu kepada ibu? “
“ Secara fisik, aku tak mau membeda-bedakannya. Secara perasaan, aku belum bias menyimpulkannya. Secara hati, jelas berbeda. Tiap orang punya tempat masing-masing di hatiku. Yang jelas, tempat ibu yang ternyaman di hatiku ini. Insyaallah kan selalu begitu. “
“ Lalu apa yang membedakannya? “
“ Senyumnya, ibu. Senyumnya. Entahlah… aku merasa senyumnya itu seperti… Apa ya kata-kata yang pas tuk menggambarkannya? Aduh… tolong aku, ibu. Aku bingung! “
“ Ungkapkanlah perasaanmu itu kepadanya, nak. “
“ Lho? Kenapa ibu bilang begitu?? “
“ Ibu sangat sangat mengenalmu. Ibu baru melihatmu seperti ini. Kau merasa aneh memang dengan perasaanmu itu, tapi ibu yakin, kau tidak sedang main-main dengan hatimu. “
“ Kenapa ibu bias menyimpulkan seperti itu? Padahal keraguan sungguh tengah menjerat hati ini dengan jaringnya yang tipis. “
“ Oh anakku… aku ini ibumu. Ada hal-hal yang dirasakan anaknya dan hanya ibunya yang mampu mendeskripsikannya. Kau akan tahu nanti, setelah kau memiliki anak. “
“ Aku kan lelaki, ibu. Apakah seorang ayah akan seperti itu juga? “
“ Banyak anak yang menganggap ayahnya tidak bias merasakan apapun yang anaknya rasakan. Itu tak sepenuhnya benar. Justru ada hal-hal tertentu, kepekaan seorang ayah lebih dari istrinya, apalagi anaknya seorang laki-laki. Urusan laki-laki hanya laki-laki yang lebih mengetahuinya. Seorang ibu pun ada batasan-batasannya dalam menyangkut anak, tidak semua hal tentang anak hanya ibunya yang lebih tahu, hanya karena seorang ibu lebih sering bersentuhan dengan anaknya. Apa kau mengerti dengan apa yang ibu jelaskan? “
“ Sangat mengerti, ibu. Aku mencintaimu, ibu. Aku mencintai ketidak-egoisanmu, ibu. Aku mencintai pengertianmu dalam mengartikan kodratmu sebagai wanita. Aku mencintai keadilanmu terhadap ayah. Aku sangat mencintaimu. Sangat. Dan aku mengharap senyummu sekarang. Hehe.. “
“ Ahh kamu bisa saja buat ibumu ini tersipu malu.. “
“ Aku suka melihat ibu tersenyum. Orang bule bilang, very very delicious! Hehe.. “
“ Dasar kamu ya… like father like a son! Sangat pandai membuat ibu tersenyum. “
“ Siapa dulu ayahnya! Hehe.. “
“ Oiya, mau tahu kemarin malam ayahmu bilang apa? “
“ Apa, ibu?? “
“ Ayahmu bilang, anakmu sedang jatuh cinta tuh. Sepertinya dia belum punya keberanian tuk mengungkapkan kepada wanita yang ia cintai. Suruh anakmu konsultasi ke ayahnya. Katakan kepadanya, jurus ayahnya sudah terbukti berhasil. Berhasil menjerat hati ibunya, wanita yang lebih cantik daripada wanita yang dia suka! “
“ Dasar ayah…. “
“ Eh… mau kemana kamu? “
“ Aku mau konsultasi pada sang master di rumah ini. Mumpung gratis! “
“ Jangan lari-lari, nak. Nanti jatuh. “
“ Aku sangat mengenal rumah ini, ibu. Jadi sangat kecil kemungkinan ku terjatuh. “
“ Ibu tahu, nak. Tapi kan orang yang sedang jatuh cinta itu dadanya terasa sangat berat.. hehe.. “
“ Apa, ibu?? Ibu bisa saja. Sini ibu, peluk aku. Biar terasa ringan dada ini. Peluk saja yah, jangan di gendong. Hehe.. “
“ Dasar kamu ya…! Kamu donk yang kesini. “
“ Oiya ya, bu… “
……………………..(berpelukan)…………………………..
“ Anak lelakiku sudah dewasa sekarang. “
“ I love you, mom… “
“ I hate you, son… “
“ Lho kok gitu?! “
“ Tak perlu ibu balas kata cintamu itu, nak. Kau pasti sudah tahu apa yang akan ibu katakan. “
“ Iya, ibu. Ibu pandai yah berkata-kata puitis? “
“ Gue gitu loh! Hehe.. “
“ Ok deh, ibu funky! Hehe.. “



 “ Assalamualaikum, boss besar. “
“ Walaikumsalam, boss sedang. “
“ Boss sedang? “
“ Kamu kan sekarang sudah dewasa, bukan anak kecil lagi. Masa ayah manggil kamu boss kecil? Masih mau kamu dipanggil boss kecil? “
“ Ahh..ayah bisa saja. Mmm..kalau begitu, aku manggil ayah boss sepuh aja, dan ayah manggil aku boss besar, gimana? “
“ Weits…setua itukah ayahmu ini? “
“ Hehe..becanda kok, boss besar. “
“ Hehe..bisa saja kamu, boss sedang. “
“ Ayah… “
“ Yess, my son? Gimana..gimana..ada apakah anakku? Mmm…I know, kamu pasti lagi ada maunya ya, mau minta apa ni? Pokoknya ga boleh lebih dari 10 ribu rupiah! Hehe.. “
“ Yee siapa juga yang mau minta uang. 10 juta boleh lah. Hehe.. “
“ Dasar anak matre! Haha.. “
“ Bukan tentang uang kok, ayah. Uang bulanan dari ayah masih cukup kok.. cukup mencekik leher! Haha.. “
“ Haha.. bulan depan ayah tambahin 5 ribu rupiah deh! Haha.. “
“ Yahhh… Dasar ayah pelit! Haha.. “
“ Memang ada apa sih, boss sedang? Mmm I see.. biar ayah tebak. Are you in love? “
“ BOOMB! You’re rite, dad! COOL! “
“ Gue gitu loh! “
“ Gubrakkk! Ayah…ini serius. “
“ Ok ok.. kita serius sekarang. Tapi sebentar, ayah mau ketawa dulu..hahahaa.. ok, lanjut. Tell me, son. “
“ I’m fallin love, dad. “
“ Ok, I see.. I know that. “
“ Ayah sudah tahu? Pasti ibu yang bilang ke ayah, ya? “
“ Ayah tahu sendiri kok. Jangan kamu kira karena ayah lebih banyak waktu dengan pekerjaan, ayah jadi cuek sama kamu. Ayah tahu sekali tingkah-tingkah anehnya kamu kalau sedang jatuh cinta. “
“ Memang tingkah aku aneh bagaimana, ayah? “
“ Ada deh. Rahasia! Hanya para ayah yang bisa tahu itu. Kamu akan tahu setelah menjadi seorang ayah, nanti. “
“ Oh… ok. “
“ Dan juga, ayah kan pernah muda. Jadi sedikit tahu lah bagaimana tingkah laki-laki kalau sedang jatuh cinta. “
“ Iya, ayah. Aku sedang jatuh cinta. “
“ Dengan siapa? “
“ Dengan dia, ayah. “
“ Iya. Dia tuh siapa? Perempuan? Laki-laki? Atau setengah-setengah? “
“ Perempuan donk, ayah. Jangan gila deh.. Serius donk, ayah. “
“ Hehe.. Intermezzo aja.. Ok, lanjut. “
“ Namanya..mmm.. nanti saja aku kenalkan langsung ke ayah, kalau dia sudah menerima cintaku. “
“ Iya kalu diterima. Kalau di tolak, bagaimana? “
“ Ya kalau ditolak, aku akan tetap mengenalkannya pada ayah. “
“ Sure? “
“ Not really. Hehe.. “
“ Ok. That’s ok, son. Sejak kapan kamu merasa jatuh cinta sama dia? “
“ Sejak aku intens berbicara dengannya. Dia smart, ayah. “
“ Hanya karena dia smart? “
“ Ya tidak hanya itu donk, ayah. “
“ Lalu apa lagi selain itu? “
“ Senyumnya! Of course! “
“ Just it, son? “
“ Nope. I feel comfort when I’m beside her, and talking bout everything with her, dad. “
“ Wow wow wow.. Ayah jadi penasarang dengan dia. Ada juga yang bisa membuatmu jadi seperti itu. Padahal ayah dan ibumu sempat berfikir untuk mencarikan jodoh untukmu, karena sudah lama kami melihatmu sendiri. “
“ Hah?! “
“ Tenang, nak. Itu hanya sekedar wacana. Namanya juga orang tua. Anak tidak sepenuhnya harus tahu seberapa perhatiannya orang tua terhadap anaknya, sampai urusan jodoh pun, orang tua merasa itu juga tanggung jawab orang tua. Tapi kadang seorang anak tidak bisa mengerti. Dan sebagai orang tua harus bisa memahami itu. Setelah tahu kamu sedang jatuh cinta, ayah tak perlu pusing-pusing lagi mencarikanmu jodoh. “
“ Thanks, dad. “
“ Nevermind. Santai saja. Gue gitu loh! “
“ Tapi kok ayah menjelaskannya keluar dari pokok masalahnya sih? “
“ Dasar anak kurang ajar! Pergi kamu! PLAKK! “
“ Weitss.. gue tangkis! “
“ Haha.. kayak sinetron TV ya? “
“ Haha.. iya, sinetron TERSANJUNG 7! Haha.. “
“ Ayah tidak mengerti sama pemikiran para pembuat sinetron-sinetron TV itu. Kekerasan terhadap anak benar-benar jadi konsumsi bisnis. “
“ Maksud ayah? “
“ Mereka tidak begitu mengerti, kekerasan fisik orang tua terhadap anaknya, itu tidak baik untuk perkembangan psikis si anak. Memang sih maksudnya untuk menegur kenakalan si anak. Tapi kan tidak harus dengan kekerasan fisik. Banyak teman-teman ayah yang sangat menyesali cara mereka mendidik anak-anaknya dengan kekerasan. Anak- anak mereka ada yang lari ke hal-hal yang negative. Dari menjadi pencandu obat-obatan terlarang, pembangkang, sampai ada yang suka main kasar dengan perempuan. Memangnya anak tuh lawan tinju? Seenaknya main tempeleng, pukul, ataupun tendang. Keseringan nonton sinetron tuh mereka! Syukurlah ayahmu ini tidak menggunakan cara seperti itu dalam mendidik kamu. Entah sudah jadi lelaki macam apa kamu kalau tiap hari ayah pukul karena kenakalan kamu. Am I rite, son ? “
“ Yes, dad. Thanks for that. “
“ Kok jadi ayah yang curhat yah? Ok. Lanjutkan, nak. “
“ Yeee… “
“ Haha.. lanjutttt……. “
“ Ayah donk yang Tanya ke aku, ayah kan tahu kalau aku kan tak pandai bercerita. “
“ Masih tentang jatuh cintanya kamu? “
“ Ya iya lah, masa ya iya donk?! Cuapeee dehhh.. “
“ Mirip banci kamu kalau ngomong seperti itu. Haha… lanjutttt.. “
“ Hyaaaa gubrakkkkk… Ayah mau punya anak yang banci?! “
“ Ampun, dj… jangaaaaaaannnn! “
“ Haha.. Sudah donk, ayah. Serius ah. “
“ Hehe.. Ok. Seberapa dalam perasaan cinta yang kamu rasakan saat ini? “
“ Mmm.. belum dalam banget kok. Walaupun akan terasa sakit bila mendapat penolakan. “
“ Lho? Kenapa bisa begitu? “
“ Aku belum begitu lama mengenalnya, ayah. Dan aku belum tahu perasaan dia ke aku tuh sebenarnya bagaimana. Sama dengan yang aku rasakan atau hanya menganggap aku sebagai sahabat saja? “
“ Jangan pesimis gitu donk. “
“ Aku tidak pesimis. Hanya sedikit berpikir realistis. Who am i? aku harus sadar diri. “
“ Kamu anak ayah. Dan ayah tahu dari caramu bercerita tentangnya. You’re really in love with her, son. I can feel that. “
“ Yes, dad. Entah kenapa, karena dia aku jadi mellow begini. “
“ Ungkapkan padanya, nak. Dan jangan sambil becanda! “
“ Ayah kan tahu aku seperti apa. Aku bumbui dengan sedikit tertawa, untuk menutupi keseriusanku. Dan ayah tahu aku sedang becanda atau serius. “
“ Yup, son. “
“ Aku takut. Aku tak punya keberanian untuk mengungkapkan suatu perasaan dengan sangat serius. “
“ Kamu harus sedikit bersikap serius saat bersamanya. Cobalah, nak. Memang apa yang kamu takutkan? “
“ Aku takut dia menjauh. Hanya karena dia tahu aku ada rasa cinta padanya. Sedangkan, ini seandainya, ternyata dia hanya menganggap aku sebagai sahabatnya saja. “
“ Lalu? “
“ Kenapa sih, sebagian orang menganggap persahabatan itu sebagai hubungan yang sangat sacral, hingga menganggap seseorang pantang untuk jatuh cinta dengan sahabatnya sendiri? Aku jadi takut untuk menjalin persahabatan karena itu. “
“ Jangan apatis seperti itu, nak. Dalam persahabatan memang ada hal-hal yang kadang tidak bisa kita pahami. Tapi kita manusia, harus selalu belajar untuk mengerti. Walaupun kadang hal itu membuat kita sakit. Setidaknya ke-egois-an tidak menjajah kita. Kita harus bisa mengendalikan ke-egois-an kita. Ke-egois-an untuk memiliki seseorang. “
“ Iya, ayah. “
“ Ungkapkanlah perasaanmu itu kepadanya. Cobalah dulu saran ayah tadi. Kalaupun setelah itu dia jadi menjauh karena pengakuanmu. Setidaknya kamu tahu, kalau kamu punya keberanian, dan terbukti kalau kamu memang sudah dewasa dalam menyikapi arti sebuah pengakuan. Kejujuran bukan untuk dijauhi, tetapi kita harus tetap berada disamping kejujuran, meskipun itu sedikit mengorbankan kemauan kita. Ungkapkanlah, nak. “
“ Baiklah, ayah. Doakan aku ya, ayah. “
“ Of course, my son! Setiap langkah, ucapan dan harapan-harapan yang baik untukmu, itu adalah doa untukmu. “
“ Thanks a lot, dad. I love you. “
“ What? I love you?! Kamu mulai pandai ya ngobral kata-kata cinta? Kamu kan tahu kalau ayahmu ini suka gatal-gatal untuk bilang kata-kata itu. Tak perlu lah ayah jawab. Kamu pasti sudah tahu, betapa berartinya kamu bagi ayah. Ok, son? “
“ Ayolah, ayah. Sekali-sekali kan tidak apa-apa. Cuma aku saja kok yang dengar. Ok, ayah? “
“ Iya deh.. I love you too, my son! “
“ YESS!! “
“ Nah gitu donk, sayang.. “ (Suara ibu)
“ Lho?! Itu suara ibumu?? “
“ Iya, sayang. Ini istrimu. Bilang cinta juga donk ke istrimu ini. “ (Suara ibu)
“ Ohhhhh… tidakkkkkkk! Gubrakkkk… “
…………………………tut tut tut………………………….
“ Ayah.. halo, ayah.. boss.. boss.. Are you there, dad?? Sudah ditutup bu, teleponnya.. “
“ Dasar… Ayah-mu GOKIL! “

...

Itu dia…

Kira-kira 50 menit sebelumnya.

“ Assalamualaikum, ibu. “
“ Walaikumsalam, nak. Kamu dimana? “
“ Aku di kantin kampus, bu. “
“ Sudah makan siang? “
“ Belum, ibu. Aku sedang menunggu dia disini. Doakan aku ya, bu? “
“ Tentu, anakku. Keberanian telah ibu sematkan saat menyentuh pundakmu pagi tadi. Kejujuran telah ibu sertakan saat mencubit pipimu pagi tadi. Ketulusan telah ibu eluskan sambil menyentuh dadamu pagi tadi. Dan ketidakragu-raguan telah ibu tempakan ketika membelai rambutmu. Doa apa yang kamu perlukan lagi, anakku? Katakana saja. Ibumu ini takkan ragu memanjatkannya untukmu meski berulang-ulang. “
“ Doakan agar bibir ini tak bisu. Lidah ini tak kaku. “
“ Setiap kata-kata yang keluar dari indera bicara ini telah ibu sertakan pula kefasihan setiap berbincang denganmu. Tenanglah, anakku. Ungkapkan saja apa yang hatimu rasakan kepadanya. Selama itu baik untukmu, doa ibu akan selalu hadir di sampingmu. Percayalah. “
“ Terima kasih, ibu. Aku beruntung menjadi anakmu. “
“ Dan ibumu ini pun tak merugi melahirkanmu. Cinta kamu, nak. “
“ Cinta ibu juga. “
“ Ayahmu ada disini. Apa kamu ingin berbicara dengannya? “
“ Ada ayah? Iya, ibu. Padahal aku hendak menelepon ayah setelah menelepon ibu. Syukurlah kalau ayah ada di rumah. Bisa bicara dengan ayah, ibu? “
“ Tunggu sebentar ya, nak. Btw, good luck, son! “
“ Thanks, mom. “
………………..
“ I’m coming! Whats up, boss sedang? “
“ Assalamualaikum, boss besar. “
“ Walaikumsalam, boss sedang. “
“ Dad, doakan aku ya? “
“ Doa? Doa atau duit? “
“ Untuk siang ini, doa saja cukup. Untuk malam minggu, duit saja yang lebih dari cukup. Hehe.. “
“ WOW! Baiklah. Malam minggu besok akan ayah tambahkan uang jajannya. Tapi tetap, ayah tambahkan 5 ribu rupiah saja! Haha.. “
“ PELIT! “
“ MATRE! “
“ Ayah, doakan aku ya? “
“ Doa untuk apa, son? WHAT?! Kamu mau ikut tawuran?! Saya doakan kamu mawsuk penjara! “
“ Kumat deh bakat aktingnya. Kerasukan sinetron apa lagi tuh? Ampuuuuunnnn, dad……. “
“ Hahaa. Bukan sinetron, tapi tadi ayah habis nonton berita kriminal. Anak-anak sekolah sekarang berbakat juga jadi preman pasar. Kalau ayah punya pasar, tidak susah-susah ayah mencari penjaga pasar. Cari saja anak-anak sekolah yang di kerangkeng di kantor polisi. Atau akan ayah latih mereka kepada ahlinya untuk menjadikan mereka pembunuh bayaran. Mantab kan, bro? “
“ Wah boleh juga tuh. Boleh juga tuh ayah di bilang gila! Haha.. “
“ Haha.. “
“ Ayah, serius donk. Sedikit saja. Ok? “
“ Ok. Saatnya serius. “
“ Silahkan ayah tertawa dulu. “
“ Haha. Kamu tahu saja, kalau ayah mau tertawa dulu sebentar! Hahaa.. “
“ Gue gitu loh. “
“ Bungkusss… “
“ Ayah, minta doanya donk. “
“ Ok. You got my pray, son. “
“ Aku akan mencoba cara yang ayah sarankan waktu itu. Doakan berhasil ya, ayah? “
“ Pastinya ayah doakan berhasil. Walaupun… “
“ Walaupun apa, ayah? “
“ Walaupun mungkin 9% berhasil, 81% gagal. “
“ Lho? Kok bisa begitu, ayah?! “
“ Hehe. Ayah bilang begitu, supaya kamu termotivasi. Kalau apa yang ayah katakan tentang kegagalan itu bisa kamu patahkan, bahwa kemungkinan gagal itu sesuatu yang salah. Understood, son? “
“ Oo yup. Very understood, dad. Aku pikir ayah mau mendoakan yang tidak bagus. Hehe. “
“ Ya tidaklah, my son. Untuk kamu pasti yang ok doanya. “
“ Sip sip. Itu baru namanya seorang ayah. Bukan preman pasar! “
“ Haha. Bisa saja kamu nyambunginnya. “
“ Anaknya siapa dulu. Anaknya Mr. Ali el-Muddin bin Hassan el-Hussin bin Rachmad el- Rochmad! “
“ Haha. Sudah berlebihan tuh. Cukup Mr. Ali el-Muddin saja sudah terdengar gagah, kan? “
“ Hyaaaa GE ER! Ampuuuuunnnn dj……..! “
“ Haha. Sudah ah, ayah mau makan siang dulu. Lapar. Harum masakan yayangku sudah berputar-putar di atas hidung ayah. Mantabbb! Kamu sudah makan siang belum? “
“ Belum, ayah. Ini sedang menunggu dia datang. Makan siang bareng dan….. Ayah tahulah itu apa. “
“ Iya, ayah tahu. Pengungkapan perasaan, kan? “
“ Selamat! Ayah benar! “
“ Gue gitu loh! “
“ Hyaaaa. Met makan siang ya, ayah. Doakan anakmu ini, agar berhasil dan tak bisu saat dihadapannya. “
“ Pastinya, anakku. Pokoknya, setiap suapan akan ayah selipkan doa, biar doa itu ikut terbawa bersama makanan yang ayah makan, lalu transit ke hati, dan dari hati akan diteruskan kepada Tuhan, kemudian oleh Tuhan, doa-doa itu akan disaring, yang terbaik untukmu pasti akan diberikan olehNya. “
“ Thanks a lot, dad. I love you. “
“ Waduh please donk, jangan gunakan kata-kata itu lagi. Kalau telepon ini disadap, terus di perdengarkan ke semua wanita-wanita sexy di luar sana, bisa-bisa ayah dikira homo, gara-gara mengucapkan ‘I love you’ ke sesame jenis! Ampun deh… “
“ Haha. Ok ok, dad. Tapi.. “
“ Tapi apa? Mencurigakan.. “
“ Sekali lagi ah. I LOVE YOU! “
“ Gubrakkkkkkk… “
“ Piss, dad. Hehe.. “
“ No problemo, son. I’m COOL! “
“ Yoi. I know, my dad is COOL! “
“ Alright, son. Ibumu sudah memanggil ayah untuk makan siang. Remember, slogan Tut Wuri Handayani, ayahmu ini akan selalu mendorongmu dari belakang. Semangat! “
“ Iya, mendorongku sampai aku jatuh, kan? “
“ Haha. Ya jelas tidaklah… “
………………………..tut tut tut………………………………
“ Dasar Mr. Ali el-Muddin bin Gokil! “
……

Hufff. Aku harus siap.
Dia menuju ke aku sekarang..


 ( 157 menit setelahnya )

“ Assalamualaikum. “
“ Walaikumsalam. Alhamdulillah kamu sudah pulang. “
“ Iya, ibu. Aku langsung ke kamar ya, bu? “
“ Kenapa, nak? “
“ Tidak apa-apa, ibu. Aku hanya ingin sendiri dulu. “

“ Kenapa dia, ibu? Palingan dia di tolak, terus mau nangis deh dikamarnya. “
“ Please dong, ayah. Jangan kumat deh jahilnya. Raut wajahnya itu lho, yah… “
“ Memang seperti bagaimana raut wajah anakku itu? Terlihat sedih kah? “
“ Mmm… “
“ Biar ayah ke kamarnya sekarang. “
“ Jangan dulu, ayah. “
“ Masa laki-laki kok cengeng! “
“ Jangan berlebihan deh. Biarkan saja dulu. “



“ Sudah lama nunggunya? Sorry ya… “
“ Ngga apa-apa kok. Kamu Cuma telat…7 menit! Masih sangat cepat untuk ukuran orang Indonesia. Hehe.. “
“ Tadi ke toilet dulu. Biasa, perempuan. Dandan dulu kalau mau ketemu cowok. Apalagi cowok itu kamu. “
“ Gubrakkk. Jangan bikin Ge Er deh… “
“ Bener kok. “
“ Aduhh please. Jangan bikin jantung ini makin kencang berdetak. “ Hehe. Aku suka lihat wajah kamu kalau sedang Ge Er. Malu-malu gimana gitu… Tapi apa yang aku bilang tadi bener kok. “
“ Yuu mariii… “ (sambil garuk-garuk kepala)
“ Hehe… “
“ Makan siang di kafe depan kampus yuk? Tenang, aku yang traktir. Kebetulan ada yang mau aku obrolin dengan kamu. “
“ Wow, asyik. Aku mau mie goring pedasnya. Mantab gila tuh! “
“ Bebas. Kamu boleh pesan makanan apapun. Asal jangan minta dibeliin kafe itu aja. Hehe.. “
“ Ok ok. Memang kamu mau ngomongin apa ke aku? “
“ Ada deh.. Masih rahasia. Jadi makan siang ga niy? “
“ Sippp. Lets go! “
“ Ok. Bentar. Aku mau beli permen dulu. “
“ Permen? Buat apa? “
“ Buat jaga-jaga aja. Siapa tau ntar ada adegan ciumannya juga. “
“ Ihhh apaan sih… “
“ Haha.. “
“ Buruan. Soalnya nanti sore aku ada jadwal pemotretan. “
“ Cuapee deh… “
“ Haha.. “
“ Iya. Pemotretan untuk model majalah Wayang! “
“ Haha. Dari pada kamu, majalah Fauna! “
“ Haha.. “
“ Haha.. “



“ Kok anakmu itu belum keluar juga dari kamarnya, bu? “
“ Kok ayah yang gelisah? “
“ Aku kan ayahnya. Wajarlah aku gelisah. “
“ Karena ayahnya atau karena penasaran akan ceritanya? “
“ Dua-duanya. Hehe… “
“ I know you, darling. “
“ I love you, babe. “
“ Lho?? Bukannya ayah alergi kata-kata itu? “
“ Iya. Tapi ibu tahu kan kalau ayah begitu karena ada maunya? “
“ Tahu banget! “
“ Lalu? “
“ Cuapeee deh. Jangan gila donk, ayah. Inikan ruang TV! “
“ Lho kenapa? Ini kan bukan yang pertama kalinya di ruangan ini. “ Iya. Tapi, waktu itu kan hanya kita berdua saja dirumah ini. “
“ Oiya ya. Hehe.. Ya sudah, ke kamar yuk? “
“ Ihhh.. Siapa tahu sebentar lagi anakmu keluar kamar. Ayah tidak mau mendengar cerita dia? “
“ Oo ok. Kita tunggu sampai 1 jam lagi ya, bu? “
“ Bungkusss… “



“ Kamu pesan apa? “
“ Mie goreng pedas saja. “
“ Minumnya? “
“ Air mineral. “
“ Mba.. “ (memanggil pelayannya)
“ Kamu sih pesan apa? “
“ Aku bihun goreng, lemon juice. Mau kentang goreng ga? Enak loh mie goreng plus kentang. “
“ Boleh. “
“ Kentang gorengnya yang large ya, mba. Makasih. “

“ Enak ya ngajak kamu makan, irit, minumnya Cuma air mineral. Hehe.. “
“ Ya jaim dulu donk. Namanya juga pertama kali diajak makan sama kamu. Masa langsung pesan yang banyak. Hehe.. “
“ Dasar..dasar… “
“ Haha. Bukan. Itu karena air mineral kan bagus buat kesehatan. “
“ Yup. You rite! “
“ Katanya mau ngomong sesuatu. Apakah itu? “
“ Mmm… “



“ Tuh anak kok belum keluar juga sih dari kamarnya?! “
“ Tunggulah sebentar lagi. “
“ Kita sudah menunggunya selama…3 jam! Plus waktu tambahan 1 jam. Jadi 4 jam sudah kita menunggunya. Dan selama itu, tidak ada satupun program TV yang masuk ke kepala ayah ceritanya. “
“ Sama. Ibu juga. “
“ Kita masuk kamar saja yuk, bu? Ayah sudah mengantuk nih. “
“ Ya sudah. Ayah masuk saja dulu. Ibu mau menyiapkan fastfood, siapa tahu anak kita mau makan nanti. “
“ Baiklah. Ayah tunggu ya, bu. “
“ Iya, ayah yang bawel! “
“ Hehe. Aku siap-siap dikamar ya, sayang. “
“ Dasaaarrrrr…… “



“ I’m in love with you… “
“ Apa?? Ga kedengaran tau. Suara musik di kafe ini berisik juga ya. “
“ Dekatkan telingamu. Biar aku bisikkan saja… “



“ Ibu, ayah tidak bisa tidur. “
“ Sama, ayah. Ibu juga. “
“ Anak kita kenapa ya belum keluar juga dari kamarnya? “
“ Biarkanlah, ayah. Semoga dia baik-baik saja. “
“ Iya, ibu. I hope so. “



“ Aku jatuh cinta denganmu… “
…………………………hening……………………………



( 68 hari yang lalu )

“ Hi. Aku Marli. Kamu? “
“ Hi. Panggil aku Reyhana saja. “
“ Ok. Pasti nama asli kamu panjang ya? “
“ Hehe. Ngga kok. Aku lebih suka dipanggil dengan nama itu. Marli? “
“ Yup. Teman-teman aku memanggilku dengan nama itu. “
“ Memang nama asli kamu siapa? “
“ Mmm.. Elmar Ali. “
“ Oo I see. Nama kamu ga biasa untuk lidah Indonesia, jadi mereka memanggilmu seperti itu. Hehe.. “
“ Mungkin. Hehe. Nama asli kamu? “
“ Nama asli aku Reyhana Juliadi. “
“ Nice name. “
“ Thanks. Cukup panggil namaku Reyhana saj. Hehe.. “
“ Julia? “
“ Boleh saja. Asal jangan Adi! “
“ Hehe. Sip sip. Tapi lucu juga loh kalau kamu dipanggil dengan nama Adi. Unik! Hehe.. “
“ Dasarrrr….. “



“ Hah?! Apa itu benar?? Coba kamu bisikkan lagi. “
“ Ampun, Hana. Sudah 2 kali aku bilang itu. Yang pertama, tak terdengar karena suara musik di kafe ini. Yang kedua, baru saja, tapi kamu minta aku tuk mengulanginya lagi. Detak dada aku sudah tak beraturan ini. “
“ Ulangilah sekali lagi. Tanpa keraguan. “

“ Aku jatuh cinta denganmu, Hana. “
“ … speechless aku… “



( seminggu yang lalu )

“ Hana, kamu kenapa? Fine? “
“ Aku tidak apa-apa kok. “
“ Sure? “
“ Not really. “
“ Mau aku antar pulang? “
“ Tak usah. Aku mau duduk-duduk di tempat biasa dulu. “
“ Mau aku temani? “
“ Tak usah. Aku mau sendiri dulu. Maaf ya. “
“ Baiklah. Hubungi aku ya. “
“ Pasti. “
“ Ok. Aku tahu kamu bisa mengatasi apapun yang sedang mengganggu pikiranmu, tapi percayalah aku akan selalu ada saat kamu butuhkan. “
“ Makasih ya. “
“ Tak perlu berterimakasih. Call me, ok? “
“ Iya. “

“ Assalamualaikum, Marli. “
“ Walaikumsalam. Hana? “
“ Iya, ini aku. “
“ Kamu nelepon pakai nomor siapa? “
“ Ini nomor aku yang satunya lagi. Kan sudah aku kasih tahu nomor ini ke kamu? “
“ Oo iya. Waktu itu aku save di HP aku yang satunya. Hehe.. “
“ Hehe. “
“ Kamu dimana, Hana? “
“ Aku masih di Lapangan Hollywood. “
“ Feel better, girl? “
“ Yup. Lumayan. Kamu bisa kesini ga? “
“ Ok. Tunggu aku ya. “



( sebulan yang lalu )

“ Wow! Tempat yang indah! “
“ Hehe.. “
“ Darimana kamu tahu ada tempat indah tapi tersembunyi seperti ini? “
“ Teman-teman aku. Dulu aku dan teman-teman aku sering sekali duduk-duduk sambil ngobrol apa saja disini, bisa dibilang ini tempat kami curhat. Hehe. Bahkan tempat ini sudah kami beri nama. “
“ Apa namanya? “
“ Lapangan Hollywood! “
“ Hollywood?! “
“ Yup. “
“ Ada-ada saja kalian. Kenapa diberi nama seperti itu? “
“ Kamu lihat kan, Hana? Tempat ini berupa lapangan di dataran tinggi. Kita bisa melihat lampu-lampu kota dari sini, juga bintang-bintang pun teramat indah bila kita melihatnya disini di malam hari. Serasa semua cahaya itu tertuju pada kita. Itulah kenapa tempat ini kami namakan Lapangan Hollywood. Pernah lihat tulisan nama Hollywood yang di Amerika sana, terpampang diatas perbukitan, kan? “
“ Iya iya… Keren! “
“ Ya seperti itulah. Juga biar lebih keren terdengarnya. Hehe.. “
“ COOL! I like this place. Bakal makin sering aku kesini. Tidak apa-apa, kan? “
“ Tak apa-apa lah. Apalagi kalau aku yang menemani. Hehe.. “
“ Tak masalah. Asal jangan macam-macam saja kamu sama aku di tempat sepi begini. “
“ Yeee.. Mau mau mau? “
“ Dasarrrrrrr….! “



“ Akhirnya datang juga… “
“ I’m coming… “
“ Kok lama banget sih?! “
“ Ada razia di jalan tadi. “
“ Razia apa? Surat-surat kendaraan? “
“ Razia orang cakep! “
“ Gubrakkkk… “
“ Biasa, Reyna. Macet! Maklum, kendaraan makin banyak. Krisis global tidak pengaruh. Kendaraan-kendaraan baru makin banyak malah yang berkeliaran di jalanan. Dasar orang kota, prestige lebih penting daripada mengisi perut! “
“ Hehe.. Sabar boss jangan emosi. “
“ Gimana kamu, feel better? Betah juga kamu ya disini sendirian sampai…2 jam lebih! Ada masalah apa sih kamu tuh? “
“ Ya lumayan better kok. “
“ Lalu? Ada masalah apa? Tell me donk.. “
“ Mmm.. Aku lagi bingung. “
“ Bingung?! Kenapa? “
“ Biasa. Love problematic with my boyfriend. Huff. “
“ Wew! Bikin ulah apa dia? Mau digebukin orang sekampus kali tuh dia. “
“ Lebay deh kumat.. “
“ Haha. Lanjuttt… “
“ Pusing deh aku. Makin kaku saja tuh orang sejak kerja di luar negeri. Masa tiap nelepon, yang di obrolin kerjaan melulu. Kayak tidak ada topik lain saja. Huff. “
“ Sabar… Mungkin di sedang menikmati pekerjaan barunya disana. Jadi biarkan saja dia begitu. “
“ Aduh.. Sabar melulu. Dari kecil, aku dengar kata sabar. Sudah loss kuping ini mendengarnya. Ada kata lain tidak selain sabar? Hehe.. “
“ Ya, aku tahu kamu sudah bosan mendengar kata sabar, tapi setidaknya ada yang bisa kamu lakukan, walaupun hanya sebatas sabar. “
“ Iya. Makasih ya. “
“ Hyaaa.. Tidak di kampus, tidak disini, makasih melulu. Makasih tuh ga bikin kenyang tau! Weee.. “
“ Haha.. “
“ Nah gitu donk ketawa. Kamu tuh ga pantas tau kalau sedih. Cocoknya tuh senyum dan tertawa, terlihat lebih cantik! Ga pakai gubrakk ya?! Hehe.. “
“ Haha.kamu memang sahabat aku yang teraneh. Bilang makasih, eh kamu malah jawab makasih tuh tidak mengenyangkan. Aku sedih, eh kamu malah bilang aku ga pantas bersedih. Aku ketawa, eh kamu malah bilang aku cantik bila tertawa. Tak usah kamu bilang juga, aku memang cantik tuh! Wee.. “
“ Yeee GeEr! Aku tarik kembali deh kejujuran aku itu. “
“ Jangannnn… Hihi.. “
“ Ok ok.. hehe.. “
“ Marli, kapan-kapan kita bikin acara makan-makan yuk disini, mau ga? “
“ Wah saran yang mantab tuh! “
“ Thanks, friend. “
“ Cukupppp makasihnya! “



( dikamar )

“ Tuhan.. Inikah rasanya setelah adanya pengakuan hati..? “

… 

“ Mmm… “ 
“ Aku ke toilet ya sebentar. “ 
… 
( di depan cermin dalam toilet ) 
  
“ Oh God.. Apa aku tidak salah dengar tadi? Dia jatuh cinta padaku, Tuhan. 
Apa yang aku harus jawab? Jujur, aku pun jatuh cinta kepadanya juga, tapi…entahlah. 
Dia begitu baik padaku. Dia memperhatikanku. Tapi selama ini aku telah menganggapnya sahabat. Aku tidak mensakralkan persahabatan. Apapun namanya dalam suatu hubungan, baik itu pertemanan, persahabatan, maupun percintaan, selama itu membuat nyaman, aku tak mempermasalahkannya. Aku masih nyaman dalam persahabatan dengannya, Tuhan. 
Aku dalam kebingungan. Di satu sisi, akupun jatuh cinta padanya, tapi di sisi lain akupun nyaman bersahabat dengannya. Bagaimana ini, Tuhan. 
Apa aku harus menerima cintanya? 
Apa aku harus menolak cintanya? Aku takut bila menolaknya, karena aku tak mengharap dia akan membenciku hanya karena sebuah penolakan. Aku tak mau itu. 
Atau aku biarkan saja tanpa jawaban, ya Tuhan? Sembari aku meyakinkan hatiku, bahwa aku memang mencintainya, dan begitu juga dengan dia. 
Tuhan, aku butuh petunjukmu sebelum aku membuka pintu toilet ini, lalu kembali ke meja kami. “ 
… 
“ I’m back.. “ 
“ Dasar wanita.. Selalu lama bila di dalam toilet. Ngapain sih? Ngerajut sweater ya? Hehe.. “ 
“ Huuuu.. Kebetulan di dalam tadi ada telepon, jadi ngobrol bentar deh. Maaf ya.. Hehe.. “ 
“ Tak masalah. Sudah biasa kok. Hehe.. “ 
“ Bagus! Ternyata kamu juga bukan cowok yang suka ngambek. Hehe.. “ 
“ Ceritanya aku lagi ngambek, tau.. “ 
“ Haha.. Kamu lucu, I like! “ 
“ Gue gitu loh.. “ 
“ Gee R nya kumat deh.. “ 
“ Hehe.. “ 
“ Eh, pulang yuk? Sudah jam 4 sore ni.. “ 
“ Hah?! Pulang?! Lalu yang tadi itu gimana? Mmm… ya sudahlah.. Ayo aku antar kamu pulang. “ 
“ Mmm.. thanks ya. “

...

“ Apa yang membuatmu jatuh cinta kepadaku? “
“ Perlu aku sebutkan satu persatu? “
“ Iya. Sebutkan, aku ingin tahu. “
“ Keterbukaanmu yang telah membuatku jatuh cinta. Kejujuranmu yang telah membuatku jatuh cinta. Cara bicaramu yang telah membuatku jatuh cinta. Kerudungmu yang telah membuatku jatuh cinta. Senyummu yang telah membuatku jatuh cinta. “
“ Lalu? “
“ Aku berharap kamu pun jatuh cinta kepadaku, hingga itu akan menggenapkan jatuh cintaku kepadamu. “
“ Aku pun jatuh cinta kepadamu. “
“ Hah?! Apa yang kamu katakana itu suatu kejujuran? “
“ Iya. Tapi… “
“ Tapi apa? “
“ Untuk saat ini, biarkan kamu menjadi salah satu mimpiku. “
“ Maksudmu?? “
“ Aku belum bias menjelaskannya. Tak semua hal harus kuceritakan. Tak semua hal harus kamu ketahui. “
“ Kamu mulai menunjukkan sisi kemisteriusanmu. Tapi entah kenapa, itupun membuatku jatuh cinta kepadamu. “



“ Good morning, ayah ibu.. “
“ Weitss. Ceria bener ni boss sedang.. Selamat pagi, my son. “
“ Selamat pagi, anakku. Ayo sarapan sini. “
“ Thanks mom. I love you, mom. I love… “
“ Eits, jangan bilang seperti itu ke ayah! “
“ Hehe.. Iya, boss besar! “
“ Bagaimana, anakku. Diterima, ditolak, atau? “
“ Alhamdulillah, ibu. Dia menerimaku. “
“ Wah..selamat, boss sedang! “
“ Dia menerima cintaku menjadi bagian dari mimpinya. “
“ Maksudmu, boss sedang?? “
“ Nanti aku beritahu maksud dia, karena dia pun belum menjelaskannya kepadaku. “
“ Ayah tak mengerti. “
“ Mmm.. Untuk saat ini, biarkan aku bahagia karena itu. Setidaknya aku tahu dia pun jatuh cinta kepadaku. “
“ Ada-ada saja pola pikir anak-anak sekarang. Membingungkan. “
“ Selamat bingung ya, boss besar. Hehe.. “
“ Ibu mengerti maksud dia… “
…………………………diam…………………………..

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
“ Seseorang mengajakku menikah. Keluarga ku pun telah memintaku, dan mereka menyukai orang itu. What must I do?? “
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
  (speechless mode on) …………….………………………………………………………………………………………………………………………………
Di satu sisi, aku ingin memilikimu.
Di sisi lain, siapa aku??

Di satu sisi, aku ingin memilikimu.
Di sisi lain, keberanianku seakan menjauh.

Di satu sisi, aku ingin memilikimu.
Di sisi lain, kebekuan seakan melumat lisanku.

Di satu sisi, aku ingin memilikimu.
Di sisi lain, ketakutan melukis di dinding hatiku.

Di satu sisi, aku ingin memilikimu.
Di sisi lain, kau dan aku masih maya, belum nyata.

Di satu sisi, aku ingin memilikimu.
Di sisi lain, aku baru hanya bisa bertanya “ Apa yang harus aku lakukan?! “ sedang waktu tak mau menunggu.

Aku benci kelambananku.
Aku benci keraguanku.
Aku benci aku.
Mungkin, kau pun harus membenci aku…

( lagi, aku dihadapkan pada situasi dimana ternyata, aku hanyalah seorang lelaki yang cengeng…! )
………………………………………………………………………
Bersambung ( entahlah… )
………………………………………………………………………
( apakah ini akan menjadi salah satu kisah hati yang tak terselesaikan juga?? Entahlah… )

Banyak tanya niy..!

* Bener ga, mengatakan cinta lebih mudah dari pada merasakannya?

# Bisa iya, bisa ngga. Biasanya merasakan dulu baru punya keberanian tuk mengatakannya.

* Kenapa cinta itu paling lama disadari dari pada menyadari rasa sayang?

# Karena cinta itu ibarat titik kecil dalam lingkaran yang bernama sayang. Kalau mau melihat melihat cinta, masuk lah ke dalam lingkaran itu.

* Kebanyakan orang mencintai orang yang sudah memiliki pasangan. Kok bisa? Apa cinta memang tidak mengenal keadaan?

# Karena kita manusia, dilahirkan untuk membuat kesalahan.

* Benar tidak, hal yang paling menyakitkan itu kalau kita mencintai orang yang sudah punya pasangan?

# Yang paling menyakitkan itu kalau kita ga punya cinta, ga tau cinta itu apa, dan ga ada yang mencintai kita.

* Pendapat kamu tentang mencintai orang yang sudah punya pasangan, apa?

# Tetap perjuangkan cinta itu, kalau kamu memang yakin itu cinta, bukan nafsu, apalagi keegoisan tuk memiliki.

Doa Hati

Doa hati terus berucap

tanya dalam pikir tak diam

aku tidak sedang berkhayal tentang kebahagian

melainkan mengharap jawaban

" Tuhan... kepada siapa Kau berikan tulang rusukku ini ?? "

Dedicated to : Wanita-wanita Berkerudung

Tuhan…
Keindahan dari kasta apa yang Kau hadapkan kepadaku, ketika ku melihatnya berkerudung?
Lihat. Aku hanya terpaku, terdiam…menunggu Kau mengedipkan mataku.
Baru sedetik ku melihatnya, ia telah memberi hak bibir ini tuk menyebutMu… Subhanallah…
Tuhan…
Aku tak tahu sudah berapa lama aku terpaku.
Sedetik kemudian hati ini tengah bertasbih berterima kasih kepadaMu.
Tuhan…
Apakah dia salah satu wanita yang Kau pilih tuk memiliki anNur-Mu di balik kerudungnya?
Ohh Tuhan…
Jauhkan sejauh-jauhnya mata ini dari nafsu, saat mengagumi Nur-Mu itu…
Amiiin.

Aku, Kau, Kita dan Nafsu!

AKU
Aku. Iya aku. Tetap berdiri disini menanti dan terus mendamba datangnya cinta. Cinta yang tidak karena rasa kasihan. Cinta yang hadir dari ufuk timur, lalu tenggelam di ufuk barat, kemudian digantikan bulan sebagai penerangnya.
Apa bedanya fungsi matahari dan bulan? Keduanya adalah penerang, meski beda waktu. Tapi keduanya telah berjanji tuk hadir pada waktu yang telah Tuhan tentukan. Mereka hanya bertegur sapa di saat pagi dan sore. Disaat kecerian dan kesejukan tengah tegak-tegaknya. Disaat aku dan kau menanti pergantiaan waktu, menanti bertemunya dua hati. Sang matahari dan dewi malam.

KAU
Kau. Iya kau. Berdiri disana dan terus bertanya-tanya, “..siapakah kau, pemberi tulang rusuk ini??... Yang pesonanya bagai matahari di ufuk timur. Yang nafasnya laksana pemberi kehidupan bagi semesta.. Aku menanti. Kemarilah. Kan ku tunjukkan ketidaksia-sianmu, rusukmu ini penuh guna. Bagai ikan yang butuh air. Bagai embun yang mengharap pagi. Bagai cinta yang butuh sang pencinta! “.
Aku di takdirkan untukmu, dan kau tlah di takdirkan memang untuk aku.
Apa kau tak percaya takdir?
Bila tidak, percayalah kepadaku.
Akulah yang telah kau berikan rusukmu.
Akulah pengantin wanitamu.
Dan akulah cintamu!

AKU dan KAU
Sore itu, kita masih berdiri di pantai itu. Mtahari seakan enggan tuk tenggelam. Dia masih seksama menyaksikan kita berdua memadu cinta. Kita berciuman, terus berciuman dan masih akan terus berciuman. Mungkin.
“ Sampai kapan kita berciuman? “
“ Sampai mati rasa bibir ini. “
“ Mati rasa? Kapan itu? “
“ Aku tak tahu. “
“ Kalau kau tak tahu, kenapa kau bilang sampai mati rasa? “
“ Aku tak tahu. “
Kami pun kembali berciuman. Pantai seakan mengerti. Ombaknya begitu tenang. Angin berhembus hanya untuk memberi tahu keberadaannya. Hening.
“ Apa bibirmu sudah mati rasa? “
“ Belum. Kau? “
“ Belum juga. “
“ Lalu? “
“ Kita lanjutkan saja. “
Kami terus berciuman. Burung laut terbang perlahan diatas kami. Mareka hanya menyaksikan. Tanpa ada yang hendak mengganggu. Sepertinya mereka menikmati. Seperti kami yang menikmati sentuhan demi sentuhan yang berbalas.
“ Sepertinya bibirku tlah mati rasa. “
“ Tapi aku belum. “
“ Lalu? “
“ Kita lanjutkan saja lagi. “
“ Besok saja. “
“ Kenapa?? “
“ Sore tlah menjelang, sebentar lagi bulan kan hadir, kesejukan akan merasuki tubuh kita. Aku tak mau setan merusak hati kita. Hanya karena kita tlah meminjam nafsunya yang sesaat ini. Aku tak mau itu, walaupun sebenarnya tubuh ini menghendaki. Bagaimana denganmu? “
“ Sebenarnya aku ingin melanjutkannya, hingga mati rasa di bibir ini. Tapi aku tak tahu sampai kapan itu. “
“ Lalu? “
“ Kita lanjutkan saja dulu. Sebentar saja. “
“ Hanya sebentar? “
“ Iya. Kau tak percaya? “
“ Aku percaya. Tapi, apa nafsu pun akan ikut percaya juga? “
“ Percayalah. Kita serahkan saja pada waktu. “
“ Baiklah. Aku percaya kamu. “
Kami kembali berciuman. Hanya sebentar. Sesudah itu kami tak tahu. Yang kami tahu, matahari tlah tenggelam. Ombak tengah menggeliat. Aku tak melihat burung-burung laut yang sedari tadi memandangi kami. Kemanakah perginya?

PIHAK KETIGA?
“ Siapa kau?? “
“ Akulah sang nafsu! Yang sedari tadi memperhatikan kalian. Akulah yang tak bias kalian tolak. Kalianlah yang tlah mengundangku! “

Aku Tak Sedang Menghujat!

Apa yang harus aku lakukan?
Saat ini aku dihadapkan pada situasi
Dimana ternyata aku juga termasuk lelaki cengeng!
Aku hanya bisa menangis,
Saat kurasa hidup begitu sinis

Aku tak sedang menghujat

Berikan aku kepasrahan,
Dan biarkan aku menangis,
Meski itu pantang
Biarkan aku menangis,
Dan merasakan kenikmatannya

Aku tak sedang menghujat

Ini caraMu,
Agar aku selalu bermunajat
Akulah manusia lemah
Yang hanya bisa menangis
Ikhlas ku harap dariMu…

Terekat Rindu

Terikat dalam tarekat rindu
Terlalu kuat saat menjerat
Terjerat
Terikat
Seperti rakaat dalam sholat,
Tak ada guna bila tak ada
Bumi lebih baik hancur,
Bila tak ada air
Apalah arti rindu,
Bila tak ada perjumpaan
Aku tanpamu,
Takkan ada tulisan ini.

Kamu Banget!!!

Pandang bulan deh,

kok ga seindah senyum kamu ya?

Rasakan hembusan angin deh,

kok ga sesejuk tatapan kamu ya?

Lihat kerlip bintang deh,

percayalah, mata kamu lebih bercahaya!

Mom (2)

……………………………………………………………
“..Nak, ibu pergi hanya sebentar. Ibu akan kembali hanya karena kamu. Kamu jangan bersedih. Bila kamu bersedih, sungguh kedua kaki ini teramat berat tuk pergi. Tersenyum dan berdoalah untuk ibu. Percayalah, ibu hanya pergi sesaat dan pasti kembali untukmu. “
“..Ibu, aku tidak bersedih. Senyum ini untukmu. Aku hanya takut bila rindu kepadamu meradang. Ibu telah memenuhi mata ini dengan senyum indah. Karena itu, aku belum tahu, apa aku bisa walau sesaat bila tak melihat senyum ibu. Aku hanya ingin melihat senyummu, tanpa sedikitpun berpisah denganmu. “
“..Jangan berkata seperti itu, nak. Senyum ibu akan selalu hadir, dalam pikiranmu, dalam mimpimu. Ibu pergi hanya sebentar dan itu hanya untukmu. Agar kamu selalu tersenyum, tanpa beban. Restuilah kepergian ibu dengan doa dan senyummu. “
“..Ibu, walau aku bersedih, anakmu ini akan selalu tersenyum merestuimu. Gapailah apa yang ibu inginkan. Karena bila aku besar nanti, aku tidak akan pernah membiarkan ibu meninggalkan rumah ini lagi. Cahaya wajah ibu lah yang menerangi rumah ini. Pergilah, ibu. Tapi ibu harus berjanji tuk kembali dengan senyum terindah yang membuatku lupa kalau ibu pernah pergi meninggalkanku sesaat. “
“..Baiklah,nak… peluk ibumu ini dengan jari-jari mungilmu. “
“..Ibu, jangan mengkhawatirkanku. Aku sangat bahagia menjadi anakmu. “
……………………………………………………………………

Lelaki kecil dan Bulan

Lelaki kecil
Jari jemari mungil
Selimut lembut memeluknya
Berbisik pelan,
Dari bibir mungilnya,
“ ..ma..ma..mama.. “

Tanpa sengaja bulan mendengarnya,
“ mengapa kau gelisah, nak? “

Lelaki kecil hanya berucap lembut,
“…aku rindu mama…”

Dengan tersenyum, sang bulan berbisik,
“ tidurlah, nak.. berbahagialah.. karena ibumu sedang berdoa untukmu… “

Mom!

Ketika sebagian mata tengah menerawang dalam mimpi, seorang ibu muda bersimpuh dalam hening. Khusuk, dan semakin tenggelam dalam curhatannya dengan Tuhan.

“ Tuhan.. Apa yang kau titipkan kepadaku kini sudah berjalan, berlari, bahkan tertawa dengan riang, tanpa beban. Sedikit merepotkan memang kenakalannya, tapi aku menikmatinya kok, Tuhan. “
“ Dua malam yang lalu, dia bertanya kepadaku, Ma, Tuhan kok jahat? Kemarin aku berdoa, meminta mainan robot. Sampai sekarang belum juga dikabulkan! “
“ Aku terheran-heran lho, Tuhan. Lalu aku menjawab begini, Oo..mungkin Tuhan belum sempat menyuruh mama tuk ke toko mainan, nak. Kamu kan tahu, Tuhan pun menerima doa yang sama dari jutaan anak di seluruh dunia. Tapi yakinlah, Tuhan pun menspesialkan dirimu. “
“ Begitulah aku menerangkannya kepada anakku. Aku tidak salah kan, Tuhan? Kalaupun salah sedikit, maklumilah. Aku kan manusia, dan aku tidk begitu sempurna. Tapi kehadiran titipanMu itu, membuatku menjadi manusia yang sempurna. Semoga aku memang ibu yang sempurna di hadapanMu.. “
“ Ooh Tuhan.. Kau berhutang budi padaku..hehe.. Tidak!
Justru akulah yang sangat sangat berhutang budi padaMu. Kau telah menitipkan kepadaku seorang anak laki-laki yang begitu mengerti keadaanku sebagai orang tua tunggal. Dia sangat menyayangiku, aku tahu itu, tapi aku minta kepadaMu, buatlah dia lebih menyayangiMu, jangan biarkan dia melakukan kesalahan yang mengharuskannya memohon maaf di kakiku, apalagi membuat Kau marah kepadanya. Aku tidak meminta kepadamu, agar menjadikannya anak yang sholeh, tapi jadikanlah ia lebih mencintaiMu, mencintai agamaMu, mencintaiku, mencintai orang-orang yang mencintainya, dan berikanlah dia rasa cinta dan rasa ikhlasMu. “
“ Tuhan.. Dia terbangun. Aku mendengar dia memanggilku. Aku tahu dia merindukan pelukanku, meski belum bisa ia ungkapkan. “
“ Aku permisi dulu ya, Tuhan.. Malam ini aku tidak mengeluh maupun menangis ketika curhat kepadaMu. Aku tersenyum dan special untukMu. Besok malam, insyaallah aku kan curhat kembali kepadamu. Assalamualaikum, Tuhan... “
“ Oiya, Tuhan.. Bangunkan aku nanti subuh, aku akan mengajak dia juga tuk berdoa kepadaMu. “

Aku malu, Bulan...

Aku malu padamu, bulan..

Aku tlah menuduhmu,

hanya sebagai penebar teror

bagi jiwa-jiwa yang sepi.

Kau hanya menemani jiwa-jiwa pemimpi.

...

Kini aku sadar,

sebenarnya kau sahabat bagi jiwa,

yang bersimpuh dalam doa

dengan hati yang suci,

lalu dipancarkan disaat pagi menghampiri.

Caraku

Seekor ayam jantan berkokok di pagi hari

Sang betina kemudian bertanya,

" Setiap pagi kau selalu begitu, jantanku. Kenapa? "

Si jantan menjawab.

" Itu caraku agar kau selalu tersenyum ketika pagi menjelang... "

Senyum dari Seberang

Sebut saja Dimi. Aku lebih senang memanggilnya dengan nama itu. Seorang wanita perantau internasional (TKW). Banyak yang melatarbelakangi untuknya bekerja di negeri orang, tapi aku belum bias membahas itu untuk saat ini. Selain karena baru sesaat aku mengenalnya, juga yang baru aku tahu, mungkin, dia bekerja sampai harus keluar negeri, hanya untuk melihat anaknya tersenyum. Tersenyum tanpa beban dan tanpa perlu tahu betapa indahnya hidup dalam bentuk yang kasar.
Mungkin kita sering mendengar, bila bekerja menjadi TKI/TKW itu menyenangkan, mendapatkan penghasilan yang lebih baik, dapat dengan mudah menguasai bahasa asing, bahkan ada yang mendapatkan jodoh orang asing. Tapi kita pun sering melihat berita-berita di televisi, banyak TKI (lebih banyak TKW) yang mendapat siksaan, dituduh berbuat criminal, dihukum, bahkan ada yang hanya namanya saja yang kembali ke tanah air.
Aku yakin, bukan hal-hal indah atau buruk yang mereka mau. Mereka dipaksa oleh keadaan. Keadaan yang mengharuskan mereka menjadi pekerja di negeri orang. Atau, apakah itu wujud protes mereka terhadap keadaan ??
………………………………………………………………
“ Apa kau bias membuat anakku tersenyum? Atau apa orang lain bias membuat anakku tersenyum? Atau bahkan, apakah negaraku bias membuat anakku tersenyum??? “ tanyanya lirih.
………………………………………………………………
“ Tidak! Justru kau berhasil membuatku menangis…malu..! “ aku tertunduk.
“ Aku, orang lain, bahkan negaramu hanya bisa menikmati devisa yang di dapat dari pekerjaanmu.. “
“ Aku, orang lain, bahkan negaramu hanya bisa menikmati cerita-cerita penderitaanmu dari layar televisi, dengan cemilan-cemilan yang menemani.. “
“ Aku, orang lain, bahkan negaramu hanya bisa memintamu tuk segera pulang, tanpa bisa memberikan kehidupan yang layak setelahnya.. “
“ Aku, orang lain, bahkan negaramu hanya bisa melihatmu tersenyum, tanpa tahu betapa keras pekerjaan yang kau lakukan sebelum tersenyum.. “
“ Aku, orang lain, bahkan negaramu hanya tahu kau sebagai TKW, hanya itu.. “
“ Aku, orang lain, bahkan negaramu tak tahu betapa rindunya kau kepada anakmu, betapa cintanya kau kepada negaramu.. “
……………………………………………………………..
Kemarin aku melihat kau tersenyum melalui webcam. Aku berterima kasih kepada teknologi untuk itu. Setidaknya aku tahu, kau mendapatkan hari yang bersahabat di seberang sana. “ ujarku dalam hati.
………………………………………………………………

Seorang wanita muda,
Berjalan menuju gerbong kereta
Seru laju kereta begitu keras terdengar

Kemudian,
Terminal Bandar udara telah menantinya
Dia hanya diam
Semuanya telah dipersiapkan
Mungkin hatinya yang dia tinggal
Pesawat kan membawanya terbang
Menuju negeri yang baru akan dia pijak

Dari balik jendela pesawat, dia berbisik 
“ Mama pasti kembali, nak..! “
Senyum lirih terlihat selintas.

Senyum!

“ Apa kau pernah melihat seorang wanita memberikan senyum terindahnya hanya untuk kau? “ tanyaku pada seorang teman.“ mmm…sering..sering sekali. Entah berapa kali dalam sehari. Senyuman dari ibuku! “ ucapnya dengan wajah yang sangat bahagia.“ Bukan! Bukan itu yang aku maksud. Bukan senyum dari nenekmu, adik atau kakak perempuanmu, atau senyum dari ibumu. Aku pun tahu senyum seorang ibu tetap yang terindah di dunia ini, bahkan di dalam mimpi sekalipun, dan aku tak bisa berkomentar banyak tentang senyum seorang ibu, senyumnya melebihi cinta… Senyum yang aku maksud tadi adalah senyum yang datangnya dari seorang wanita yang baru kau kenal dan karena senyum indahnya itu, kau merasa wanita tersebut telah lama hadir di kehidupanmu. Apa kau pernah di berikan senyum seperti itu? “ aku memperjelas.“ Sepertinya belum?! Aku merasa orang lain memberikan senyumnya hanya untuk memenuhi etika dalam bersosial, selebihnya kadang aku merasa senyum-senyum itu hanya dibuat-buat, dan akupun menanggapinya juga seperti itu. Aku tahu, perasaan seperti itu salah. Tapi entahlah..mungkin akupun memberikan senyum dengan tujuan seperti itu juga. “ raut wajahnya sedikit berubah.Kau tak salah, kawan. Justru kau telah jujur di balik kepura-puraanmu..ujarku dalam hati.“ Apa kau pernah mendapatkan senyum terindah itu?? “ dia pun bertanya.Pertanyaan yang aku nanti pun datang.“ Pernah. Aku tak tahu, tapi aku merasa senyum itu ditujukan hanya untukku. Indah..indah sekali, kawan! “ sepertinya wajahku memerah.“ Kenapa kau merasa senyum itu hanya untukmu?? “ kembali bertanya, dengan menyelidik.“…mmm…ketika dia tersenyum, mataku berhenti berkedip entah berapa lama. “ jawabku.“ Hanya itu?? “ tanyanya lagi.“ Jelas tidak! “ tegasku.“ Aku merasa nadiku berdenyut dengan merdu, seakan mengikuti irama detak hati. Seluruh tubuhku berdendang dengan sangat..sangat bahagia! Pada saat itu, aku tahu, seluruh organ-organ tubuhku tak mampu menyembunyikan perasaan bahagia itu di hadapannya. “ terangku.“ Aku tahu, kawan. Bukan sebentar aku mengenal kau. Aku turut bahagia untuk itu. “ ucapnya dengan nada senang.“ Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya? “ ia bertanya.“ Entahlah… Aku sangat bahagia dengan senyumnya itu. Aku tahu, aku lelaki, pasti berharap untuk memiliki dirinya untuk mengisi hari-hariku, tapi untuk saat ini biarkan senyumnya dulu yang membuat bahagia hari-hariku. “ ucapku.“ Aku takut, kawan…sangat takut! “ tambahku.“ Apa yang kau takutkan?? “ ia bertanya dengan nada bingung.“ Aku takut bila aku mengungkapkan perasaanku kepadanya, dia tidak lagi memberikan senyum terindahnya untukku. Kau pasti mengerti dengan apa yang aku maksud. “ jawabku.“ Aku mengerti, kawan. Kau takut kalu ternyata dia tersenyum seperti itu bukan hanya untukmu saja, tapi juga ke yang lainnya dalam hal hanya untuk memenuhi etika bersosial. Aku mengerti, kawan. Saat ini, nikmati saja senyum terindahnya itu. Selebihnya biarkan perasaanmu yang berperan. Dan percayalah, hatimu pasti kan memberikan pandangan yang terbaik tentang perasaanmu. “ tuturnya dengan bijak.“ Terima kasih, kawan. “ ucapku bangga.

Ketika,dalam, dan Kini

Ketika ku bertemu denganmu
getaran itu hadir
kembali menari-nari
dalam mimpi
dalam hati
dalam diri
...
Kau bersama ku kini
getaran itu makin menjadi
terus mewarnai
dalam mimpi
dalam hati
dalam diri
...
Ku mencintaimu
lalu kita diam tanpa kata
menyatu dalam baur
di mimpi
di hati
di diri

Baur dalam Diam

Dunia diam
tak berputar
waktu berhenti berdetak
Sedetik,
semenit,
beberapa menit, munkin.
Saat kita berciuman
dua hati menyatu
berbaur
mendekap erat
...
kita harus segera menyudahinya
sebelum sang nafsu menyelinap
dengan ke-laliman-nya
yang kan mengoyak-ngoyak
kesucian dua hati
kau dan aku tak mau itu kan?
atau membutuhkannya?
...
sedetik,
semenit,
beberapa menit, mungkin.
kau diam
aku diam
lalu, entahlah...
...
dunia kali ini terdiam
hanya sang nafsu yang tertawa-tawa
tanpa mengenal waktu,
dimana,
dengan siapa, mungkin
...
sedetik,
semenit,
sejam, mungkin.

Kata Kata Cinta 2009

Cinta seperti matahari, ia tetap bercahaya. Walau malam menjelma, cahayanya pada bulan tetap menerangi kekadang ia juga gerhana tetapi akan kembali jua kecerahannya.

Cinta adalah santapan jiwa. Jiwa tanpa cinta bagai rumah yang kosong. Cinta tanpa menjiwai bagai layang-layang putus tali.

Cintu adalah buta…cinta tidak mengenal usia, paras rupa, mahupun kekayaan dan harta karun, tetapi dari keikhlasan dari hati setiap insan antara satu sama lain.

Tidak semua orang yang engkau cintai, mencintaimu dan sikap ramahmu kadang kala dibalas dengan sikap tidak sopan. Jika cinta suci tidak datang daripada tabiatnya, maka tidak ada gunanya cinta yang dibuat-buat.

Sayang tidak bermaksud cinta. Suka tidak serasi dengan cinta. Kagum tidak bererti cinta. Bangga tidak semestinya cinta. Cinta adalah CINTA .

Cinta itu seperti sinar matahari, memberi TANPA mengharap kembali. Cinta itu seperti sinar matahari, TIDAK MEMILIH siapa yang ia sinari. Cinta itu seperti sinar matahari yang MEMBERI KEHANGATAN DI HATI..

Cinta umpama ‘treasure hunt’. Cita cita dan tujuan kita satu untuk menuju ke penamat yang paling mengembirakan. Namun di dalam perjalanan kita akan menghadapi pelbagai rintangan dan cabaran. Andainya tidak mampu meneruskan, kita akan tersungkur dan hadiah utamanya akan di kebas oang lain. Tetapi tak usahlah kecewa. Walaupun hadiahnya tidak kita perolehi, tetapi keseronokannya kita sudah rasa. Jadi bercintalahsepenuh hati. Namun janganletakkan harapan terlalu tinggi.

Kekecewaan terlalu pahit untuk ditelan, terlalu payah untuk dilupakan namun dalam cinta pasti akan merasai kecewa dan dikecewakan walau bukan itu matlamat dalam setiap percintaan.

Kadangkala orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cintanya padamu kerana orang itu takut kau berpaling dan menjauhinya. Dan bila dia suatu masa hilang dari pandanganmu….kau akan menyedari dia adalah cinta yang tidak pernah kau sedari….

Cinta suatu yang indah, cinta boleh buat kita gundah, cinta buat hati berdarah dan cinta jua boleh membawa kesalan yang tak sudah.

Doa Cinta


Tuhan...

Siapapun perempuan yang Kau takdirkan

bersandar di hatiku,

biarlah ia seperti apa adanya.

Bantulah aku,

agar dapat menerimanya

apapun yang tersedia darinya.

Biarlah aku menyayanginya

secara utuh, penuh

memandangnya maelalui mata polosku,

yang bebas dari praduga

hingga menjauhkan prasangka

dan aku kan tahu,

betapa tulus cintaku padanya...

The Pain, Happiness and SINGLE!

Temanku berkata begini;

"..You addicted with the pain..the more you hurts, the more ypu love that.."

.....

ahh..itu kemarin

hari ini, aku bahagia

cukup bahagia

bahkan lebih bahagia

karena ada kamu

iya, KAMU!

Siang tadi temanku menelfon,

aku hanya tertawa

dia pun diam

kemudian berkata;

"..Happy Valentine.."

lau menutup telfonnya.

hahahaa...

Hari ini, aku bahagia

cukup bahagia

bahkan lebih bahagia

karena ada kamu

iya, KAMU...TEMAN!

"..don't worry, teman..

 I'm single..but i'm happy..

 Happy Valentine!"

Mengapa Cincin Pernikahan Harus Ditaruh di Jari Manis??

Ikuti langkah berikut ini, Tuhan benar2 membuat keajaiban (ini berasal dari kutipan Cina)

tangan

  1. Pertama, tunjukkan telapak tangan anda, jari tengah ditekuk ke dalam (lihat gambar)
  2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya.
  3. Permainan dimulai , 5 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang tidak terpisahkan…
  4. Cobalah membuka ibu jari anda, ibu jari menwakili orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.
  5. Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk anda, jari telunjuk mewakili kakak dan adik anda, mereka memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.
  6. sekarang tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking, yang mewakili anak2. cepat atau lambat anak2 juga akan meninggalkan kita.
  7. selanjutnya, tutup jari kelingking anda, bukalah jari manis anda tempat dimana kita menaruh cincin perkawinan anda, anda akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka. Karena jari manis mewakili suami dan istri, selama hidup anda dan pasangan anda akan terus melekat satu sama lain.

Dialog 3 Tema

* Tell me where it hurts
# Ada di hati orang-orang yang kau sakiti
* aku juga sakit hati
# Oh ya? Masa? Sumpah kau?
* Demi Tuhan
# Bukannya kau tidak punya hati?

* Dia nabrak! Marah-marah melulu sih, jadi gitu...
# Jangan lari! Bayar ganti rugi ke yang di tabrak!

* Kayaknya cuma kau yang aku ajak curhat ga nembak aku. ada yang aku ajak curhat malah nembak tadi. Tolol!
# WHAT?! Nembak kau?! Hahahahaaa...
* Bodoh dia...jadi males curhat ke dia!
# Kau curhat sambil ngerayu juga kali?!
* NAJIS!
# hahahahaaaaa....

Chatting dengan Tuhan….

TUHAN :
Kamu memanggilKu ?

AKU :
Memanggilmu?
Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN :
Ini TUHAN.
Aku mendengar doamu.
Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.

AKU :
Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik.
Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN :
Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU :
Nggak tau ya.
Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun.
Hidup jadi seperti diburu-buru.
Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN :
Benar sekali.
Aktivitas memberimu kesibukan.
Tapi produktivitas memberimu hasil.
Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.

AKU :
Saya mengerti itu.
Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya.
Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN :
Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu,
dengan memberimu beberapa petunjuk.
Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

AKU :
OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN :
Berhentilah menganalisa hidup.
Jalani saja.
Analisalah yang membuatnya jadi rumit.

AKU :
Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN :
Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.
Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa.
Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu.
Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU :
Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu
banyak ketidakpastian.

TUHAN :
Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari.
Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU :
Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN :
Rasa sakit tidak bisa dihindari,
tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

AKU :
Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN :
Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan.
Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.
Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita.
Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.

AKU :
Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN :
Ya.
Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras.
Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU :
Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu?
Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN :
Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental.
Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

AKU :
Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah…

TUHAN :
Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah.
Lihatlah ke dalam.
Melihat ke luar, kamu bermimpi.
Melihat ke dalam, kamu terjaga.
Mata memberimu penglihatan.
Hati memberimu arah.

AKU :
Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita.
Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN :
Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.
Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan.
Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.

AKU :
Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN :
Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan.
Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

AKU :
Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN :
Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”.
Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”

AKU :
Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?

TUHAN :
Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.
Berhentilah mencari mengapa saya di sini.
Ciptakan tujuan itu.
Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU :
Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN :
Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan.
Peganglah saat ini dengan keyakinan.
Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU :
Pertanyaan terakhir, Tuhan.
Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN :
Tidak ada doa yang tidak dijawab.
Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

AKU :
Terima kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN :
Oke.
Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut.
Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu.
Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

………TUHAN has signed out

-from haneev.wordpress.com-

SEMANGAT!

Jangan terbenam pada masa lalu atau melompat ke masa depan!

Benar bahwa kita punya pengalaman pada masa lalu. Benar juga bahwa kita punya impian untuk masa depan. Tapi tidak benar bahwa kita berkhayal untuk bisa kembali ke masa lalu. Bahwa kita ingin hidup seperti waktu yang dulu. Tidak benar juga bahwa kita langsung melompat ke masa depan. Yang mesti kita lakukan adalah menghidupi hari ini. Artinya, sadar bahwa hari ini kita hidup. Bahwa hari ini kita bekerja untuk bisa hidup.

Karena itu, hadapilah hari ini dengan sebaik-baiknya. Jika kita menghadapi hari ini dengan baik, kita akan siap menghadapi hari esok.

Jangan biarkan masa lalu menghantui hari-hari kita.

Jangan biarkan khayalan tentang masa depan membunuh kreatifitas kita hari ini.