……………………………………………………………
“..Nak, ibu pergi hanya sebentar. Ibu akan kembali hanya karena kamu. Kamu jangan bersedih. Bila kamu bersedih, sungguh kedua kaki ini teramat berat tuk pergi. Tersenyum dan berdoalah untuk ibu. Percayalah, ibu hanya pergi sesaat dan pasti kembali untukmu. “
“..Ibu, aku tidak bersedih. Senyum ini untukmu. Aku hanya takut bila rindu kepadamu meradang. Ibu telah memenuhi mata ini dengan senyum indah. Karena itu, aku belum tahu, apa aku bisa walau sesaat bila tak melihat senyum ibu. Aku hanya ingin melihat senyummu, tanpa sedikitpun berpisah denganmu. “
“..Jangan berkata seperti itu, nak. Senyum ibu akan selalu hadir, dalam pikiranmu, dalam mimpimu. Ibu pergi hanya sebentar dan itu hanya untukmu. Agar kamu selalu tersenyum, tanpa beban. Restuilah kepergian ibu dengan doa dan senyummu. “
“..Ibu, walau aku bersedih, anakmu ini akan selalu tersenyum merestuimu. Gapailah apa yang ibu inginkan. Karena bila aku besar nanti, aku tidak akan pernah membiarkan ibu meninggalkan rumah ini lagi. Cahaya wajah ibu lah yang menerangi rumah ini. Pergilah, ibu. Tapi ibu harus berjanji tuk kembali dengan senyum terindah yang membuatku lupa kalau ibu pernah pergi meninggalkanku sesaat. “
“..Baiklah,nak… peluk ibumu ini dengan jari-jari mungilmu. “
“..Ibu, jangan mengkhawatirkanku. Aku sangat bahagia menjadi anakmu. “
……………………………………………………………………

0 komentar:
Posting Komentar