Ketika sebagian mata tengah menerawang dalam mimpi, seorang ibu muda bersimpuh dalam hening. Khusuk, dan semakin tenggelam dalam curhatannya dengan Tuhan.
…
“ Tuhan.. Apa yang kau titipkan kepadaku kini sudah berjalan, berlari, bahkan tertawa dengan riang, tanpa beban. Sedikit merepotkan memang kenakalannya, tapi aku menikmatinya kok, Tuhan. “
“ Dua malam yang lalu, dia bertanya kepadaku, Ma, Tuhan kok jahat? Kemarin aku berdoa, meminta mainan robot. Sampai sekarang belum juga dikabulkan! “
“ Aku terheran-heran lho, Tuhan. Lalu aku menjawab begini, Oo..mungkin Tuhan belum sempat menyuruh mama tuk ke toko mainan, nak. Kamu kan tahu, Tuhan pun menerima doa yang sama dari jutaan anak di seluruh dunia. Tapi yakinlah, Tuhan pun menspesialkan dirimu. “
“ Begitulah aku menerangkannya kepada anakku. Aku tidak salah kan, Tuhan? Kalaupun salah sedikit, maklumilah. Aku kan manusia, dan aku tidk begitu sempurna. Tapi kehadiran titipanMu itu, membuatku menjadi manusia yang sempurna. Semoga aku memang ibu yang sempurna di hadapanMu.. “
“ Ooh Tuhan.. Kau berhutang budi padaku..hehe.. Tidak!
Justru akulah yang sangat sangat berhutang budi padaMu. Kau telah menitipkan kepadaku seorang anak laki-laki yang begitu mengerti keadaanku sebagai orang tua tunggal. Dia sangat menyayangiku, aku tahu itu, tapi aku minta kepadaMu, buatlah dia lebih menyayangiMu, jangan biarkan dia melakukan kesalahan yang mengharuskannya memohon maaf di kakiku, apalagi membuat Kau marah kepadanya. Aku tidak meminta kepadamu, agar menjadikannya anak yang sholeh, tapi jadikanlah ia lebih mencintaiMu, mencintai agamaMu, mencintaiku, mencintai orang-orang yang mencintainya, dan berikanlah dia rasa cinta dan rasa ikhlasMu. “
“ Tuhan.. Dia terbangun. Aku mendengar dia memanggilku. Aku tahu dia merindukan pelukanku, meski belum bisa ia ungkapkan. “
“ Aku permisi dulu ya, Tuhan.. Malam ini aku tidak mengeluh maupun menangis ketika curhat kepadaMu. Aku tersenyum dan special untukMu. Besok malam, insyaallah aku kan curhat kembali kepadamu. Assalamualaikum, Tuhan... “
“ Oiya, Tuhan.. Bangunkan aku nanti subuh, aku akan mengajak dia juga tuk berdoa kepadaMu. “

0 komentar:
Posting Komentar